Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Groundbreaking, Amdal Pengolah Sampah ITF Sunter Dipertanyakan

Walhi Jakarta mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk membuka dokumen Amdal serta dokumen kerjasama seluruh pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek ini kepada publik.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 18 Desember 2018  |  20:01 WIB
Pekerja memilah sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara kawasan Sunter, Jakarta, Selasa (3/11). - Antara
Pekerja memilah sampah di Tempat Pembuangan Sampah Sementara kawasan Sunter, Jakarta, Selasa (3/11). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta mempertanyakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) terkait pembangunan pengelolaan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara.

Hal ini menanggapi rencana peletakan batu pertama (Groundbreaking) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diagendakan pada Kamis (20/12/2018).

Tubagus Soleh Ahmadi, Direktur Eksekutif Walhi Jakarta menyatakan pengolah sampah ITF Sunter dinilai melenceng dari UU no 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Salah satunya pemerintah belum bisa menagih tanggung jawab pengelolaan sampah di tingkat produsen.

"Walhi Jakarta melihat bahwa proyek bakar-bakaran sampah ini adalah bentuk ketidakmampuan pemerintah menjalankan perintah Undang-Undang dan membaca persoalan lingkungan hidup secara komprehensif," ungkap Tubagus dalam keterangan resmi, Selasa (18/12/2018).

Sebab itulah Walhi Jakarta mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk membuka dokumen Amdal serta dokumen kerjasama seluruh pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek ini kepada publik.

"Bagaimana mungkin Pemprov DKI sudah memastikan akan melakukan groundbreaking tetapi dokumen AMDAL dan kerjasama belum diketahui publik," tambahnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Jakarta Propertindo (JakPro) dan Fortum akan membangun fasilitas pengolahan sampah ITF Sunter sebagai pembangkit energi listrik dengan estimasi nilai investasi mencapai US$250 juta atau sekitar Rp3,53 triliun dengan asumsi kurs Rp14.100 per US$1.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

danau sunter pengolahan sampah
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top