Asyik, Populasi Betet Terpantau di 6 Ruang Terbuka Hijau Jakarta

Spesies betet selalu terlihat dalam pemantauan yang dilakukan di sejumlah RTH, berbeda dengan spesies lain, seperti jalak putih (Sturnus melanopterus) yang kian jarang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Juli 2019  |  11:04 WIB
Asyik, Populasi Betet Terpantau di 6 Ruang Terbuka Hijau Jakarta
Ilustrasi: Sejumlah gedung bertingkat berada di antara ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (15/2/2019). - ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Komunitas pemantau burung Jakarta Birdwatcher Society menyebutkan bahwa populasi burung betet biasa (Psittacula alexandri) terdata dari hasil pemantauan di enam ruang terbuka hijau di Jakarta.

"Koloninya masih mudah dijumpai di kawasan Monumen Nasional dan sekitarnya," kata Koordinator Jakarta Birdwatcher Society (JBS) Ady Kristanto seperti  dikutip dari Antara, Senin (22/7/2019).

Betet adalah spesies burung berparuh bengkok mirip nuri dan kakatua, berukuran 34 sentimeter—36 sentimeter dengan warna tubuh dominan hijau dan rona merah muda di dada.

Populasi burung betet makin banyak ditemukan di ruang terbka hijau di Jakarta./wikipedia.org

Selain di Monas, masih ada lima ruang terbuka hijau lainnya yang memiliki populasi betet, yakni Taman Impian Jaya Ancol, Senayan, Taman Margasatwa Ragunan, kawasan Menteng, dan kawasan Manggala Wanabhakti.

Secara berkala, JBS melakukan pemantauan spesies burung-burung yang hidup di perkotaan Jakarta agar bisa diketahui kelestarian spesiesnya.

Namun, pemantauan bukan dilakukan dengan pendekatan populasi, melainkan spesies sehingga JBS hanya bisa memperkirakan, tidak bisa memastikan jumlah populasi yang masih bertahan.

"Kalau untuk betet masih cukup banyak populasinya di Jakarta. Mungkin karena tidak sering diburu, apalagi jika lokasinya di RTH [ruang terbuka hijau] yang lumayan ramai, misalnya di Monas," katanya.

Menurut Ady, spesies betet selalu terlihat dalam pemantauan yang dilakukan di sejumlah RTH, berbeda dengan spesies lain, seperti jalak putih (Sturnus melanopterus) yang kian jarang.

Meski demikian, Ady mengingatkan supaya populasi betet yang masih cukup banyak sewaktu-waktu bisa berkurang drastis jika tidak ada kesadaran dan kepedulian masyarakat.

Ady mencontohkan burung kacamata biasa atau pleci (Zosterops palpebrosus) yang dulu sangat melimpah populasinya di 10 RTH di Jakarta. Namun, pada 2013 terjadi perburuan besar-besaran seiring tren perlombaan burung pleci sehingga populasinya langsung menyusut drastis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jakarta, burung, ruang terbuka hijau

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top