DKI Akan Olah 20 Juta Ton Sampah di Bantargebang Menjadi Energi

Sampah sebanyak itu berada pada lahan seluas 110,30 Hektare di Kelurahan Ciketing Udik, Cikiwul dan Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  09:47 WIB
DKI Akan Olah 20 Juta Ton Sampah di Bantargebang Menjadi Energi
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) saat pelaksanaan kegiatan strategis daerah optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019). - ANTARA/Risky Andrianto

Bisnis.com, JAKARTA — Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menargetkan sebanyak 20 juta meter kubik sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat akan diolah menjadi energi.

"Rencana ke depan akan dibangun sebanyak dua hingga tiga unit fasilitas ini untuk menghabiskan 20 juta meter kubik sampah yang sudah ada DKI di Bantargebang," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis TPST Bantargebang pada Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto dikutip dari Antara, Kamis (1/8/2019).

Sampah itu saat ini berada pada lahan seluas 110,30 Hektare di Kelurahan Ciketing Udik, Cikiwul dan Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini telah memiliki fasilitas pengolahan sampah menjadi energi berupa pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) yang berdiri di sisi timur TPST Bantargebang.

Fasilitas hasil kerja sama Pemprov DKI dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi sejak 25 Maret 2019 itu berkemampuan memproduksi listrik berkisar 400 kilowatt per jam (kWh) dari 100 ton pembakaran sampah nonorganik.

Area produksi listrik berbahan bakar sampah itu layaknya sebuah pabrik yang memiliki bermacam alat produksi pembakaran sampah berteknologi termal yang mengolah sampah secara cepat dan ramah lingkungan, serta menghasilkan produk samping listrik.

Proyek percontohan PLTSa itu dibuat kompak dan tertutup rapi untuk mengubah citra pengolahan sampah yang semula kumuh menjadi lebih baik.

Asep mengatakan bahwa pihaknya memiliki rencana ke depan berupa realisasi pembangunan fasilitas serupa sebanyak tiga hingga empat unit untuk menekan volume sampah DKI setiap harinya berkisar 7.452 ton.

"PLTSa sekarang masih dimiliki oleh BPPT [Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi] karena dalam fase pendampingan operasional. Rencananya pada 2020 akan menjadi aset Pemprov DKI," kata Asep.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bantargebang, sampah dki, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top