Menanti Konsep PKL Masa Kini ala Pemprov DKI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah memutar otak demi menata pedagang kaki lima (PKL). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpendirian bahwa pihaknya mampu mengatasi hal ini tanpa mesti menghapus kesempatan mereka berjualan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  01:10 WIB
Menanti Konsep PKL Masa Kini ala Pemprov DKI
Suasana aktivitas jual beli di lapak pedagang kaki lima kawasan Tanah Abang, Jakarta, Kamis (23/5/2019). Aktivitas niaga di kawasan Tanah Abang kembali aktif pascakerusuhan Aksi 22 Mei. - ANTARA FOTO / Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah memutar otak demi menata pedagang kaki lima (PKL).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpendirian bahwa pihaknya mampu mengatasi hal ini tanpa mesti menghapus kesempatan mereka berjualan.

Sebelumnya, langkah pemprov 'menjamu' PKL dengan menutup jalan di kawasan Tanah Abang, berhasil dicegat anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana lewat gugatannya ke Mahkamah Agung.

Tak berhenti di sana, para PKL binaan pemprov di lokasi sementara (loksem) yang kebanyakan mengokupansi trotoar pun menjadi sorotan.

"Kasus itu nanti kita lihat satu-satu karena tidak ada satu rumus untuk semua kasus. Tapi intinya adalah kesetaraan, jadi saya perlu ingatkan meskipun kami berseragam bukan berarti kami hanya penegak aturan. Kami adalah pembuat aturan justru kalau kita membuat aturannya berkeadilan menegakkannya pun dengan rasa perasaan moral yang enak karena aturannya berkeadilan. Tapi kalau aturannya tidak berkeadilan menegakkannya pun ada beban di situ," ujar Anies, Selasa (27/8/2019).

Anies menjamin bahwa pengaturan PKL yang tengah dikaji pihaknya akan memberikan keadilan tanpa mesri mengorbankan pengguna jalan maupun pejalan kaki di trotoar.

Di tempat terpisah, Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menjelaskan lebih lanjut bahwa implementasi idealisme gubernur tengah dikaji oleh pihaknya bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdangan, serta Dinas Perhubungan terkait penataan PKL di trotoar.

Hari mengungkap bahwa konsep dasar dari PKL masa depan di DKI yakni PKL modern yang tidak kumuh, portable, serta tidak mengokupansi pejalan kaki.

"Tentunya ke depan harapan kami, walaupun trotoarnya lebar, kalaupun ada PKL, yang ramah lingkungan. Artinya memang dia tidak kumuh, kemudian buang limbahnya secara baik. Mungkin apalah modelnya, box kontainer, food truck itu, apakah mungkin berupa kotak yang setiap saat bergeser, jadi tidak yang PKL tetap. Jadi yang menjadi bersih terus," ungkapnya selepas menghadiri acara di bilangan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (27/8/2019).

Bahkan, justru Hari berharap PKL bisa membantu melengkapi kehidupan warga Jakarta. Misalnya, memberikan tempat berteduh, atau mampu menyediakan makanan yang sesuai waktu.

"Bisa juga, PKL yang secara periodik itu, jadi orang berjalan kaki, misal ratusan meter, itu tidak kosong, pas capek ada rempat duduk, tempat minum, ada fast food atau bagaimana, begitu," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pkl, Pemprov DKI, pedagang kaki lima

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top