Kursi Wagub DKI, Betulkah Akan Dikembalikan kepada Sandiaga Uno?

Lamanya pengisian kursi wakil gubernur DKI dan kabar akan kembalinya Sandiaga Uno ke Gerindra memunculkan wacana bahwa kursi itu bisa saja diserahkan kembali kepada Sandi. 
Saeno
Saeno - Bisnis.com 17 September 2019  |  11:35 WIB
Kursi Wagub DKI, Betulkah Akan Dikembalikan kepada Sandiaga Uno?
Sandiaga Uno : Akan kembali isi kursi wagub DKI? - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Lamanya pengisian kursi wakil gubernur DKI dan kabar akan kembalinya Sandiaga Uno ke Gerindra memunculkan wacana bahwa kursi itu bisa saja diserahkan kembali kepada Sandi. 

Peluang bagi Sandi untuk kembali mengisi kursi wagub DKI disebut-sebut memang masih ada. Seperti ditulis Tempo.co, Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif mengatakan Sandiaga Uno berpeluang kembali menjadi wakil gubernur DKI Jakarta. Alasannya,  Sandiaga dikabarkan bakal diangkat kembali menjadi kader Gerindra saat Rapat Kerja Nasional partai besutan Prabowo Subianto itu dalam waktu dekat.

"Bisalah [Sandiaga kembali menjadi wagub]," kata Syarif saat dihubungi Tempo, Ahad, 15 September 2019. "Namanya politik masih ada kemungkinan," ujarnya.

Kabar akan kembalinya Sandi ke Gerindra disampaikan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Fadli menyebutkan bahwa bekas calon wakil presiden Sandiaga akan kembali lagi ke Partai Gerindra. Pada 2018, Sandiaga mundur dari Gerindra ketika dideklarasikan sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto untuk Pilpres 2019.

"Yang saya dengar, beliau akan bergabung dengan Gerindra lagi, Insya Allah dalam waktu dekat," ujar Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan pada Selasa, 10 September 2019.

Namun, kata Syarif, hingga saat ini calon wagub masih diserahkan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dua kader PKS yang dicalonkan sebagai pendamping Anies Baswedan adalah Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu. "Tapi sampai sekarang belum ada perubahan yang saya lihat," ujarnya.

Syarif mengaku telah bertanya langsung kepada Sandiaga apakah suami dari Nur Asia Uno itu mau kembali lagi menjadi wagub. Namun Sandiaga belum mau berkomentar. "Jangan bicarakan itu katanya. Dia tidak mau ngomongin, gitu," ujar Syarif.

Di sisi lain Syarif mengatakan tidak ada regulasi yang melarang Sandiaga kembali menjadi wagub. Namun, kata dia, Gerindra masih tetap menghormati PKS yang telah mengusulkan dua nama calon Wagub DKI.

Perubahan nama wagub, kata dia, merupakan kebijakan di tingkat dewan pimpinan pusat partai. Jika partai menghendaki adanya perubahan nama, kata dia, maka DPD Gerindra DKI akan mengikuti. "Tergantung situasi. Kalau DPP mengubah, saya ikut."

Lebih jauh Syarif melihat potensi adanya perubahan nama wagub DKI cukup besar. Berdasarkan informasi di internal partainya, Syaikhu bakal memilih ke DPR RI ketimbang menjadi pengganti Sandiaga Uno di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Akan tetapi, sampai sekarang Gerindra masih menyerahkan wagub DKI kepada PKS. "Kami punya etika politik," ujarnya. "Tapi kalau perubahan komposisi perubahan nama wagub karena kebijakan di atas maka saya ikut."

Wacana Dua Cagub

Selain wacana Sandi kembali menjadi wagub DKI mendampingi Anies Baswedan, sempat muncual wacana DKI memiliki dua wakil gubernur.

Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan tidak ingin berspekulasi mengenai usulan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta terkait kehadiran dua wakil gubernur.

"Kalau itu undang-undang. Jadi, itu diatur bukan selera gubernur, bukan selera anggota DPRD, tapi itu diatur menggunakan perundang-undangan," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, seperti dikutip Antara, Senin (16/9).

Menurut Anies, usulan posisi wakil gubernur DKI Jakarta lebih dari satu orang harusnya ditujukan secara langsung ke pemerintah pusat yang secara langsung menyusun undang-undang yang mengatur hal tersebut.

Karena itu, Anies mengatakan saat ini dirinya bekerja sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Posisi wakil gubernur di Provinsi DKI Jakarta sudah kosong selama lebih dari satu tahun setelah Sandiaga Uno mengundurkan diri untuk mengikuti kontestansi Pemilu Presiden 2019 sebagai calon wakil presiden.

Kosongnya posisi tersebut sempat dikeluhkan Anies. "Acara- acara itu banyak sekali, badannya cuma satu acaranya banyak. Sehingga sebagian tugas-tugas protokoler kalau ada wakil bisa berbagi, tapi sekarang semua harus dijalani sendiri," kata Anies, Minggu (11/8/2018).

Selama satu tahun tersebut, Gubernur Anies bekerja dibantu deputi-deputi namun hanya untuk urusan administrasi.

Deputi-deputi tersebut adalah Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Oswar Muadzin Mungkasa, Deputi Gubernur Bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi Sutanto Soehodho, Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman Suharti dan Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata Dadang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wagub dki, sandiaga uno

Sumber : Tempo.co/Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top