Pengamat Perkotaan : Konsep TOD Butuh Jaringan Jalan & Simpul Angkutan Umum

Konsep pembangunan TOD bukan hanya berbicara soal konsep rumah susunnya tetapi harus juga didukung oleh jaringan jalan dan simpul angkutan umum.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  12:07 WIB
Pengamat Perkotaan : Konsep TOD Butuh Jaringan Jalan & Simpul Angkutan Umum
Pengunjung mencoba virtual reality disamping maket hunian terintegrasi transportasi Stasiun Rawa Buntu yang dibangun dengan konsep Transit oriented Development (TOD) di Serpong, Tangerang Selatan - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA-- Konsep pembangunan TOD bukan hanya berbicara soal konsep rumah susunnya tetapi harus juga didukung oleh jaringan jalan dan simpul angkutan umum.

Pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna mengatakan konsep TOD yang diusung dalam pembangunan Segar, jangan sampai TOD itu hanya membangun rumah subsidi di samping stasiun. Juga jangan sampai pembangunan TOD itu nantinya tidak ada trotoar (pedestrian), termasuk juga bangunan di sekitar TOD.

Pembangunan satu wilayah yang berkonsep TOD harus membentuk sinergi juga dengan operator kereta api, sehingga mereka bersedia menambah frekuensi perjalanan kereta api.

Demikian juga harus dipersiapkan halte bus, pangkalan ojek dan kendaraan online, serta terminal terpadu termasuk layanan simpul transportasi. Jangan sampai keluar dari stasiun kereta api, terminalnya kacau, sehingga perlu ditata bersama. Perlu dipertimbangkan juga penyediaan sarana parkir kendaraan dan fasilitas publik lainnya.

Di sini ia menekankan perlunya sinergi antara pengembang dan pemerintah, sehingga dapat membangun jejaring bersama. Jika sudah ada perusahaan pengembang (developer) yang membiayai pembangunan infrastruktur dengan inisiatifnya, maka pemerintah harus mendukung dari segi perizinan.

"Tujuannya supaya segala urusan menjadi mudah dan lancar, mengingat kecepatan pelayanan menjadi penting peranannya bagi dunia usaha," jelasnya Selasa (1/10/2019).

Ferdy Sutrisno, Direktur Utama PT Hutama Anugrah Propertindo,l menjelaskan Serpong Garden merupakan apartemen yang sudah mengaplikasikan konsep TOD (Transit Oriented Development) di Indonesia.

Konsep Transit Oriented Development (TOD) merupakan pendekatan pengembangan kota yang memaksimalkan penggunaan angkutan publik, sekaligus meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi.

Sebagai apartemen pertama yang menerapkan TOD, Serpong Garden Apartment juga sekaligus adalah apartemen yang mempelopori koneksitas yang terintegrasi dengan berbagai intermoda seperti Stasiun Cisauk, pasar modern, dan terminal terpadu.

“Sehingga apabila nantinya pemerintah jadi mengaplikasikan jalur bagi kereta api massal (Mass Rapid Transit) dan juga kereta api ringan (Light Rapid Transit/LRT), kami sudah siap, termasuk juga kelengkapan jarigan bagi para pejalan kaki/ para pengguna sepeda,” jelasnya.

Dalam kesempatan sama, GM Marketing PT HAP, Clemens Papin Iswara mengatakannSerpong Garden Apartment sebelumnya juga sudah meluncurkan Tower Diamanta yang bergaya hunian pintar dan modern.

Berbagai fasilitas kenyamanan, dapat dinikmati oleh pembeli apartemen, yang kini sudah diminati oleh pembeli apartemen lebih dari 90%, bersama dua tower yang tidak lama lagi, sudah siap dihuni. Menurut Papin dengan jaringan kereta commuter line, para penghuni apartemen sekaligus memperoleh akses transportasi ke pusat bisnis, mall, kampus ternama, tempat rekreasi, serta fasilitas umum lainnya.

”Jarak Apartemen Segar dari Stasiun Cisauk hanya 25 meter, dan terhubung melalui jembatan layang berdesain futuristik,” jelasnya.

Apalagi ke-depannya pemerintah berencana juga membangun jaringan kereta semi ringan Light Rapid Transportation (LRT), sehingga akses tersebut kian mempertegas simpul kegiatan di wilayah Serpong bagian Barat di dan Timur.

Kemudahan juga akan dirasakan, terkait dengan rencana perpanjangan jalur Multi Raya Transportasi (MRT) yang akan menghubungkan dari wilayah Cikarang di wilayah Timur sampai ke Kabupaten Tangerang yang ada di wilayah Barat. Sehingga pembangunan ini memudahkan terkoneksinya wilayah timur dan barat, termasuk juga utara dan selatan.

Hal tersebut secara langsung akan mengurangi pemborosan energi sampai 85 persen, sehingga menghasilkan gaya hidup (lifestyle) yang lebih sehat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tod, transit oriented development

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top