Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bambang Widjojanto Minta DPRD DKI Pahami Aturan Terkait TGUPP

Bambang meminta anggota dewan untuk membaca seluruh pasal-pasal dalam Kepgub terkait tugas dan fungsi TGUPP.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  20:07 WIB
Bambang Widjojanto - Antara
Bambang Widjojanto - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--DPRD DKI memutuskan untuk mengurangi jumlah anggota tim pembantu Gubernur Anies Baswedan yang tergabung dalam Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Namun Kepala TGUPP Bidang Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto mengaku tidak ambil pusing dengan keputusan anggota dewan tersebut.

Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut justru membandingkan TGUPP dengan Kantor Staf Presiden (KSP) Joko Widodo.

"Saya tanya lagi, kasus seperti ini kalau saya pakai KSP ya ukurannya pernah enggak Presiden dirusuhi oleh DPR untuk dihitung keberhasilan dan terus dihitung jumlahnya? Saya pengen tanya aja bukan mau protes," katanya di Balai Kota DKI, Selasa (10/12/2019).

Dia menilai standar keberhasilan kinerja TGUPP sudah tercatat dengan jelas di Surat Keputusan Gubernur.

Karena itu, dia meminta anggota dewan untuk membaca seluruh pasal-pasal dalam Kepgub terkait tugas dan fungsi TGUPP.

"Ini basisnya adalah basis logic yang rasional, bukan basis yang melalui banyak politisnya. Saya nggak tahu kan saya enggak ikut perdebatannya," imbuhnya.

Bambang melanjutkan KSP sebenarnya sudah ada sejak periode pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, ada sejarah otoritas eksekutif untuk membentuk utilitas.

Dia juga mempertanyakan mengapa KSP di era pemerintahan SBY tidak pernah dipermasalahkan. Karena itu, dia meminta harus ada komunikasi antara gubernur dan jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dengan DPRD DKI.

"Komunikasi seharusnya terjadi antara Pak Gubernur teman-teman di DPRD DKI. Kalau saya kan jauh banget bos, tanya ke saya soal korupsi deh yang gitu-gituan gue nggak ngerti," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dprd dki bambang widjojanto
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top