Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bendung Katulampa Siaga 1, Ini Persiapan Pemprov DKI Atasi Banjir

Warga di sekitar bantaran sungai di wilayah Jakarta diminta untuk mewaspadai potensi banjir pada Selasa (22/9/2020) dini hari.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 21 September 2020  |  23:18 WIB
Ilustrasi - Suasana rumah warga di bantaran sungai Ciliwung yang terdampak banjir di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (5/2/2018). Banjir yang mencapai 2 meter dan merendam ratusan rumah warga tersebut akibat luapan air dari Sungai Ciliwung. - Antara/Galih Pradipta
Ilustrasi - Suasana rumah warga di bantaran sungai Ciliwung yang terdampak banjir di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (5/2/2018). Banjir yang mencapai 2 meter dan merendam ratusan rumah warga tersebut akibat luapan air dari Sungai Ciliwung. - Antara/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah mengatur pintu-pintu air agar aliran dari daerah hulu dapat berjalan dengan baik.

Langkah itu diambil menyusul status Bendung Katulampa, Bogor, yang sudah berada di posisi siaga satu imbas dari hujan lebat yang mengguyur sejak sore tadi. Itu artinya, ada volume air yang terbilang besar datang dari kawasan pegununganan menuju DKI Jakarta.

“Pintu-Pintu air semuanya dikendalikan supaya nanti bisa aman ke Jakartanya dan kebetulan malam ini permukaan air laut posisinya turun. Mudah-mudahan itu akan membantu menghindari Jakarta dari Banjir,” kata Anies saat meninjau Pintu Air Manggarai, Senin (21/9/2020).

Dia mengatakan saat ini Pintu Air Depok sudah menunjukkan peningkatan. Itu artinya, menurut dia, kira-kira lima hingga enam jam lagi air dari hulu itu bakal sampai di DKI Jakarta.

“Antisipasi kita adalah untuk masyarakat disiapkan tempat-tempat penampungan apabila sampai mereka terkena banjir. Kali ini agak berbeda karena tempat penampungannya harus memasukan protokol Covid, selain menyediakan masker juga lokasi-lokasinya dibuat ada jaga jarak sehingga warga juga terbebas dari potensi penularan Covid-19,” tuturnya.

Dia mengatakan seluruh pihak di kawasan tepi Sungai Ciliwung tengah bersiaga pada malam hari ini.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, melalui akun resmi Twitter-nya, @BPBDJakarta pada pukul 18.36 WIB merilis peringatan dini terkait kondisi tersebut.

Warga di sekitar bantaran sungai di wilayah Jakarta diminta untuk mewaspadai potensi banjir pada Senin (21/9/2020) malam. Kenaikan tinggi muka air di Bendung Katulampa masuk dalam kategori Siaga 1.

Hal itu disampaikan lantaran terjadi kenaikan tinggi muka air air di Bendung Katulampa yang mencapai 240 centi meter pada Senin (21/9/2020) pukul 18.00 WIB.

BPBD DKI Jakarta menginfokan bahwa kenaikan tinggi muka air di Bendung Katulampa itu meningkat dalam tempo cepat. Pada pukul 16.00 WIB tinggi muka airnya baru mencapai 10 centi meter atau dalam status Siaga 4.

Kondisi serupa bahkan masih terjadi hingga pukul 17.00. Tinggi muka air itu pun meningka dengan relatif cepat dalam waktu sekitar satu jam.

Oleh karena itu, BPBD memperingatkan warga yang bermukim di sejumlah wilayah dengan bantaran Sungai Ciliwung. Aliran air dengan volume tinggi itu diperkirakan akan sampak dalam tempo 6-9 jam.

Sejumlah wilayah terdampak itu yakni Rajawati, Pangadegan, Bukit Duri, Pejaten Timur, Cawang, Bidara Cina, Kalibata, Kebon Baru, dan Kampung Melayu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir dki jakarta katulampa
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top