Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal UMP, Kadin DKI Sebut 40 Persen Perusahaan Pulih dari Dampak Covid-19

Diana mengatakan ada sejumlah sektor yang sudah mulai menunjukkan tren positif atau bahkan produktifitasnya meningkat signifikan di tengah pandemi Covid-19.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  08:30 WIB
Juru masak menyiapkan hidangan untuk konsumen di Mal Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (20/7/2016). - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Juru masak menyiapkan hidangan untuk konsumen di Mal Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (20/7/2016). - ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta mencatat sudah ada sekitar 40 persen perusahaan di wilayah DKI Jakarta yang pulih atau bahkan memiliki tren positif pada triwulan III tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19.

Catatan itu disampaikan terkait imbauan Kadin DKI Jakarta untuk tetap menaikkan upah minimum provinsi atau UMP bagi perusahaan yang sudah pulih dari krisis pandemi Covid-19.

“Sudah 60 persen perusahaan yang terkena dampak, yang 40 persennya ini apabila masih memungkinkan harapannya adalah semua mekanismenya diserahkan kepada perusahaan masing-masing,” kata Ketua Kadin DKI Jakarta Diana Dewi melalui sambungan telepon pada Selasa (28/10/2020).

Diana mengatakan ada sejumlah sektor yang sudah mulai menunjukkan tren positif atau bahkan produktifitasnya meningkat signifikan di tengah pandemi Covid-19.

“Perusahaan dengan sektor tertentu yang kita tahu semualah dengan kondisi saat ini yang masih bisa berjalan bahwa ada peningkatan karena kondisi tidak semua itu membuat negatif bisa saja membuat positif untuk produktifitasnya,” ujarnya.

Sejumlah sektor usaha masih menunjukkan kinerja yang mumpuni ditengah penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama kuartal III/2020.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan IHSG mengalami penurunan dalam 3 bulan terakhir pada kuartal III/2020. Menurutnya, perjalanan IHSG sepanjang kuartal ketiga diwarnai aksi jual dari para pelaku pasar.

"Salah satu penyebab penurunan ini adalah faktor siklus pergerakan IHSG pada kuartal ketiga yang memang menunjukkan penurunan," katanya saat dihubungi pada Rabu (30/9/2020).

Reza menuturkan salah satu sektor penopang pergerakan IHSG selama kuartal III/2020, yaitu saham-saham dari perkebunan dan pertambangan. Dia menilai di tengah kondisi seperti saat ini, para pelaku pasar beralih ke sektor komoditas yang harganya cenderung naik.

“Hal ini juga mendukung harga saham perusahaan di sektor ini untuk bergerak naik,” imbuhnya.

Sementara itu, Analis FAC Sekuritas Wisnu Pambudi mengatakan sektor usaha yang memiliki ketahanan yang baik selama kuartal III/2020 adalah konsumer. Meski menurun, Wisnu menilai koreksi yang terjadi pada indeks sektor tersebut tidak sedalam sektor-sektor lainnya.

Ketahanan tersebut juga terlihat dari performa sejumlah emiten yang mampu menjaga pertumbuhan bottom linenya seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Menurutnya, pandemi ini membuat permintaan masyarakat terhadap makanan-makanan instan meroket untuk berjaga-jaga.

Selain itu, dia juga menilai performa pada bidang farmasi juga cukup mumpuni. Permintaan terhadap obat-obatan, baik kimia maupun herbal, terbilang tinggi. Hal tersebut berimbas pada kinerja perusahaan yang tidak terlalu tertekan dibanding sektor lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ump kadin dki
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top