Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Utak-Atik Penghapusan Pajak Pengusaha Restoran-Hotel di Jakarta

Permintaan pelaku usaha untuk menghapus setoran Pajak Pembangunan 1 (PB 1) dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dinilai tidak realistis.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 13 Februari 2021  |  16:35 WIB
Pengunjung menikmati suasana di kawasan M Bloc Space, Blok M, Jakarta, Sabtu (19/12/2020). Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2021, Pemprov DKI melakukan pembatasan jam operasional restoran hingga pukul 19.00 WIB mulai 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021 mendatang. ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga
Pengunjung menikmati suasana di kawasan M Bloc Space, Blok M, Jakarta, Sabtu (19/12/2020). Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2021, Pemprov DKI melakukan pembatasan jam operasional restoran hingga pukul 19.00 WIB mulai 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021 mendatang. ANTARA FOTO - Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menimbang relaksasi pajak yang tepat bagi pelaku usaha restoran dan hotel.

Kabarnya, instrumen relaksasi itu tidak jauh berbeda dari kebijakan tahun lalu di sekitar penghapusan sanksi hingga potongan separuh setoran pajak.

Permintaan pelaku usaha untuk menghapus setoran Pajak Pembangunan 1 (PB 1) dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dinilai tidak realistis.

Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta Pilar Hendrani mengatakan, permintaan pelaku usaha restoran dan hotel untuk penghapusan setoran pajak itu dinilai terlalu dini.

Menurut dia, cash flow atau arus kas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mesti tetap dijaga untuk keberlangsungan program pemerintah selama pandemi Covid-19.

Dengan demikian, instrumen pembebasan pajak itu bakal berisiko untuk keberlangsungan program pemerintah daerah.

“Kalau dibilang kita pembebasan [pajak] ke arah sana itu masih terlalu dini kita juga mempertimbangkan cash flow-nya DKI juga, kami tahu mereka dalam kesulitan, kami juga dalam kesulitan,” kata Pilar melalui sambungan telepon pada Jumat (12/2/2021).

Apalagi, menurut Pilar, sektor hotel dan restoran DKI Jakarta sudah mulai beroperasi kembali di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Meski dibatasi hingga jam sembilan malam, permintaan untuk kedua jenis sektor usaha itu masih tetap berjalan secara daring.

1 dari 5 halaman

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Nancy Junita

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top