Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Volume Sampah 8.000 Ton Sehari, TPA Ibu Kota Bisa Kolaps 3 Tahun Lagi

Dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan tempat pembuangan akhir atau TPA di DKI Jakarta tidak bakal mampu menampung volume sampah. Solusinya?
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  09:13 WIB
Ilustrasi - Tim pemantau pengelolaan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang Pemerintah Kota Bekasi meninjau sumur artesis saat inspeksi mendadak TPST Bantar Gebang di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (3/11). - Antara
Ilustrasi - Tim pemantau pengelolaan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang Pemerintah Kota Bekasi meninjau sumur artesis saat inspeksi mendadak TPST Bantar Gebang di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (3/11). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan membeberkan dalam waktu tiga hingga empat tahun ke depan tempat pembuangan akhir atau TPA di DKI Jakarta tidak bakal mampu menampung volume sampah.

Yoory beralasan kondisi muatan sampah di Ibu Kota saat ini sudah mencapai 8 ribu ton per hari. “Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, tempat pembuangan akhir atau TPA di Jakarta sudah tidak dapat menampung lagi volume sampah tersebut,” kata Yoory melalui keterangan tertulis, Rabu (24/2/2021).

Dengan demikian, dia mengatakan, penugasan Pembangunan Sarana Jaya untuk membangun dan mengelola fasilitas pengelolaan sampah antara atau FPSA di Ibu Kota diharapkan dapat mengurangi sampah rumah tangga dan sejenisnya hingga 90 persen.

“Selain itu, FPSA dapat mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dengan strategi pengurangan dan penanganan sampah sesuai dengan ketentuan,” kata dia.

Sebelumnya, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya membuka market sounding terkait pembangunan dan pengelolaan fasilitas pengelolaan sampah antara (FPSA) di dalam kota atau intermediate treatment facility (ITF).

Direktur Pengembangan Sarana Jaya Indra S Arharrys mengatakan kegiatan market sounding itu menjadi langkah awal Sarana Jaya untuk melaksanakan penugasan yang diberikan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Dalam hal ini, Sarana Jaya mengundang badan usaha yang memiliki kemampuan dan pengalaman untuk menyediakan lahan, mendesain, membangun, mendanai, mengoperasikan, memelihara, dan menyerahkan proyek pembangunan FPSA di Jakarta,” kata Indra melalui keterangan tertulis pada Sabtu (24/2/2021).

Adapun FPSA dalam kota atau ITF itu bertujuan mengelola timbunan sampah di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Proyek itu, menurut Indra, mesti dapat mengolah sampah tipikal di Jakarta di antaranya dengan estimasi 1.700 ton per hari atau setara dengan 620.500 ton per tahun untuk fasilitas wilayah timur.

Selanjutnya, estimasi 1.500 ton per hari atau setara dengan 547.500 ton per tahun untuk fasilitas wilayah selatan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sampah pembangunan sarana jaya sampah dki
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top