Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengguna KRL Jabodetabek Tembus 450.000, Rata-rata Tumbuh 28 Persen

KAI Commuter mencatatkan rata-rata volume pengguna mengalami tren kenaikan sebesar 28 persen dibandingkan sebelum pemberlakuan SE Kemenhub No.25 Tahun 2022.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 10 April 2022  |  15:51 WIB
Pengguna KRL Jabodetabek Tembus 450.000, Rata-rata Tumbuh 28 Persen
KRL Commuter Line melintas di jalur layang (elevated track) Stasiun Manggarai, Jakarta, Minggu (26/9/2021). Jalur layang Bogor Line di Stasiun Manggarai telah beroperasi yang terdiri dari empat peron bagi penumpang KRL Commuter Line relasi Jakarta-Bogor. - ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Volume Pengguna KRL Jabodetabek selama satu minggu pelaksanaan puasa Ramadan (3—9 April) tercatat sebanyak 3.335.857 pengguna, atau rata-rata sebanyak 476.551 pengguna perharinya.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menjabarkan, volume pengguna pada akhir pekan, mencatatkan rata-rata volume mengalami tren kenaikan sebesar 28 persen yang sebelumnya sekitar 34.000–350.000 pengguna sebelum pemberlakuan SE Kemenhub No.25 Tahun 2022.

“Sampai saat ini telah menembus angka 450 lebih rata-rata pengguna pada akhir pekan,” katanya lewat rilisnya, Minggu (10/4/2022).

Dia memerinci, pengguna pada akhir pekan didominasi dengan pengguna musiman dan anak-anak.

Menanggapi kenaikan tersebut, dia memastikan KAI Commuter terus mengimbau kepada pengguna untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.

“Penggunaan masker sesuai dengan aturan yang berlaku serta syarat vaksinasi dengan melakukan scan melalui aplikasi atau menunjukkan sertifikat vaksin untuk naik KRL masih tetap diberlakukan,” ujarnya.

Sesuai SE Kemenhub No.25 Tahun 2022, pembatasan kuota pengguna sebanyak 60% tetap diberlakukan. Aturan-aturan tambahan seperti Balita dan Lansia hanya diperbolehkan naik KRL di luar jam sibuk yaitu pada pukul 10.00 – 14.00 WIB.

Untuk Balita, dalam melakukan perjalanan menggunakan KRL tetap dengan mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker dan harus didampingi orang tua.

Menurut data yang tercatat, hari Senin (4/4) pada awal minggu Bulan Ramadan jumlah volume pengguna KRL sebanyak 552.215 pengguna. Angka tersebut merupakan volume pengguna tertinggi selama puasa Ramadan pada minggu lalu.

Sementara, volume pengguna akhir pekan pada Sabtu (9/3) kemarin, yaitu sebanyak 407.779 pengguna.  Volume akhir pekan ini meningkat 3 pekan terakhir sehingga kami tetap menghimbau agar pengguna jasa commuterline tatap mematuhi protokol kesehatan dan mengutamakan keselamatan.

Saat ini KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 1.053 perjalanan KRL dengan jam operasional mulai pukul 04.00 – 24.00 WIB per harinya, dimana KAI Commuter mengoperasikan 376 perjalanan pada jam sibuk pagi dan 337 perjalanan pada jam sibuk sore hari.

Persebaran pengguna KRL selama Bulan Ramadan ini terfokus pada jam-jam sibuk pagi yaitu pukul 06.30 – 08.00 WIB, dan pada jam-jam sibuk sore mulai pukul 16.30 – 18.00 WIB.

“Kepada pengguna Mingguan juga dapat memanfaatkan perjalan di Minggu sore untuk kembali dari daerah penyangga Jakarta agar terhindar dari jam sibuk di Senin Pagi,” ujarnya

Tidak hanya itu, dia melanjutkan KAI Commuter mengimbau pengguna untuk selalu merencanakan perjalanannya dengan cermat, hindari bepergian pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.

Sebelum berangkat, gunakan aplikasi KRL Access untuk mendapatkan info kepadatan di stasiun, posisi KRL yang akan dinaiki secara real time, dan jadwal perjalanan KRL. Petugas di stasiun juga akan melakukan antrean penyekatan jika terjadi kepadatan di KRL maupun di area stasiun.

Selain itu, khusus selama Bulan Ramadan, KAI Commuter memperbolehkan para penggunanya saat berada di dalam perjalanan KRL untuk membatalkan puasa hingga satu jam setelah waktu berbuka puasa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl Ramadan
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top