Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada Hepatitis Misterius, Kepala Sekolah di Jakarta Barat Periksakan Kesehatan Murid Setiap Bulan

Pihak pengelola sekolah di wilayah Jakarta Barat memeriksa kesehatan murid secara rutin sebulan sekali sebagai upaya pencegahan penyebaran hepatitis akut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Mei 2022  |  12:53 WIB
Waspada Hepatitis Misterius, Kepala Sekolah di Jakarta Barat Periksakan Kesehatan Murid Setiap Bulan
Sejumlah murid mengukur suhu tubuhnya sebelum mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SDN Lenteng Agung 07, Jakarta, Senin (27/9/2021). Pemprov DKI Jakarta mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) tahap dua di 1.509 sekolah pada Senin (27/9), dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat di masa PPKM. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso - pras.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pihak pengelola sekolah di wilayah Jakarta Barat memeriksa kesehatan murid secara rutin sebulan sekali sebagai upaya pencegahan penyebaran hepatitis akut terhadap murid selama pembelajaran tatap muka (PTM).

"Jadi puskesmas kelurahan setiap bulan datang ke sekolah memantau kesehatan anak dan memberikan imunisasi atau vaksin," kata Kepala Sekolah Dasar Negeri 11 Grogol, Limah Yuhana, saat dihubungi di Jakarta, Kamis (12/5/2022).

Limah menyebut, upaya tersebut merupakan inisiatif dari pihak sekolah karena belum ada arahan terkait hepatitis akut dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta mapun Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat.

Upaya lain yang dilakukan Limah antara lain imbauan bagi guru dan pelajar agar menjaga kebersihan, kesehatan tubuh, tidak menyarankan jajan sembarangan, dan mengonsumsi makanan bergizi.

Upaya yang sama juga dilakukan Kepala Sekolah Dasar Negeri 03 Duri Kepa, Sri Sumiati yang memberikan imbauan kepada murid untuk mematuhi protokol kesehatan dan menjaga kebersihan lingkungan.

Ke depan, pihaknya berencana membuat satgas khusus untuk menangani siswa yang terpapar hepatitis akut saat PTM berlangsung.

"Mungkin ke depan kita buat satgas khusus seperti Satgas Covid-19" ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan, mayoritas pengidap penyakit diduga hepatitis akut di Ibu Kota berusia di bawah 16 tahun.

"Dari 21 kasus, 14 orang termasuk tiga yang meninggal berusia kurang dari 16 tahun," kata Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Kamis (12/5/2022).

Sedangkan tujuh kasus dugaan hepatitis akut lainnya, lanjut dia, berusia di atas 16 tahun. Sebanyak 14 kasus tersebut masih dalam proses penyelesaian pemeriksaan hepatitis. Dengan demikian, 14 orang tersebut masih belum masuk klasifikasi mengidap hepatitis A hingga E.

"Belum semua lengkap jenis pemeriksaan hepatitis A hingga E, sehingga semua kasus masih berstatus 'pending classification'," ucapnya.

Tujuh orang lain karena berusia di atas 16 tahun tidak masuk kriteria Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai kewaspadaan hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya.

Sementara itu, WHO melalui laman resmi who.int, pada Sabtu (23/4) menyebutkan adanya kasus hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya menyerang anak-anak.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

puskesmas hepatitis pembelajaran tatap muka hepatitis misterius

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top