Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksin Booster Covid-19 Bakal Jadi Syarat Mobilitas, Begini Respons Anies

Gubernur DKI Anies Baswedan memastikan pihaknya akan mengikuti ketentuan Pemerintah Pusat terkait vaksin dosis ketiga atau booster sebagai syarat mobilitas masyarakat.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 07 Juli 2022  |  19:54 WIB
Vaksin Booster Covid-19 Bakal Jadi Syarat Mobilitas, Begini Respons Anies
Gubernur DKI Anies Baswedan memastikan pihaknya akan mengikuti ketentuan Pemerintah Pusat terkait vaksin dosis ketiga atau booster sebagai syarat mobilitas masyarakat - Antara/Instagram @aniesbaswedan

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan pihaknya akan mengikuti ketentuan Pemerintah Pusat terkait vaksin dosis ketiga atau booster sebagai syarat mobilitas masyarakat.

"Kalau sudah ada ketentuan kita laksanakan, wajib atau tidak untuk aktivitas, yuk kita ambil tanggung jawab," kata Anies di Taman Islam Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis (7/7/2022).

Menurutnya, Anies menegaskan bahwa vaksinasi merupakan tanggung jawab masing-masing individu untuk terhindar dari Virus Corona (Covid-19). Apalagi, sambungnya, vaksinasi booster terbukti meminimalisir seseorang dari keparahan jika terpapar Covid-19. Dengan demikian, pelaksanaan vaksinasi booster harus muncul dari kesadaran tiap-tiap individu. 

"Apakah kita mau melindungi diri kita sendiri atau tidak, yuk ambil tanggung jawab. Datangi tempat-tempat fasilitas kesehatan, lakukan booster sehingga kita terlindungi," katanya.

Sebelumnya, Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Pandjaitan mengungkapkan bahwa penerapan vaksin booster sebagai syarat mobilitas masyarakat paling lama terlaksana dalam kurun 2 minggu. Menurutnya, rencana kebijakan tersebut berdasarkan hasil Rapat Terbatas Kabinet yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pemerintah pun akan mengatur kebijakan baru ini melalui peraturan Satgas dan peraturan turunan lainnya.

“Pemerintah akan kembali menerapkan kebijakan insentif dan disinsentif dengan kembali mengubah dan memberlakukan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat mobilitas masyarakat ke area publik. Selain itu, pemerintah juga akan kembali menerapkan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat perjalanan baik udara, darat, maupun laut, yang akan dilakukan maksimal dua minggu lagi,” kata Luhut dalam keterangan resmi, Senin (4/7/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Anies Baswedan PPKM Vaksin Booster Luhut Pandjaitan
Editor : Aprianus Doni Tolok

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top