Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia Pagi Ini

Jakarta kembali menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan indeks AQI US 180 pada Senin (18/7/2022) pagi.
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 18 Juli 2022  |  07:07 WIB
Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia Pagi Ini
Sejumlah kendaraan bermotor melintasi Jalan Gatot Subroto di Jakarta, Rabu (11/8/2021). Menurut Koalisi Inisiatif Bersihkan Udara Koalisi Semesta, polusi udara Jakarta memburuk pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak Juli 2021 karena melampaui baku mutu polusi udara harian sebesar 55 ?g - m3 untuk kandungan partikulat berukuran di bawah 2,5 mikrometer atau meningkat empat hingga enam kali lipat dibanding Juni 2021 (berdasarkan status Baku Mutu Udara Ambient PM 2,5 di stasiun pemanta
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — DKI Jakarta kembali menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan indeks AQI US 180 pada Senin (18/7/2022) pagi.

Berdasarkan indeks tersebut, kualitas udara Jakarta pada Senin (18/7/2022) pagi berada di zona merah yang menandakan bahwa kualitas udara di kota ini tidak sehat bagi semua kelompok.

Berada di posisi kedua, Dubai menjadi kota lainnya yang juga berada di zona merah dengan indeks AQI US sebesar 166 dan dilanjutkan oleh Lahore (154).

Menempati posisi keempat dan kelima dalam daftr kota dengan kualitas udara terburuk di dunia, Johannesburg (143) dan Delhi (115) masuk ke dalam zona oranye yang dikategorikan sebagai kota dengan kualitas udara yang tidak sehat  bagi kelompok sensitif.

Situs pemantau udara dunia, iqair.com menyatakan bahwa kualitas udara Jakarta pada pagi hari ini memiliki konsentrasi PM2.5 atau jenis partikel udara yang 22,4 kali lipat di atas nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sekedar informasi, PM2.5 ialah salah satu jenis bahan pencemar yang terdiri dari berbagai campuran kompleks, seperti debu, asap, kotoran, serta cairan yang dapat ditemukan di udara dalam ukuran yang kecil.

WHO menyebut, bahwa partikel-partikel tersebut mampu menyebabkan berbagai jenis gangguan saluran pernapasan seperti kanker paru-paru, infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), dan kardiovaskular.

Memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan, WHO telah menetapkan nilai ambang batas  pajanan tahunan, yaitu sebesar 5 mikrogram per meter kubik dan untuk harian kurang dari 25 mikrogram per meter kubik.

Lebih lanjut, untuk dapat mengurangi dampak kualitas udara yang tidak sehat bagi kesehatan tersebut, masyarakat disarankan untuk tetap mengenakan masker ketika tengah beraktivitas di luar ruangan, menutup jendala untuk menghindari masuknya udara yang tidak sehat, dan menggunakan alat pemurni udara ketika melakukan aktivitas di dalam ruangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kualitas udara dki jakarta who
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top