Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Citayam Fashion Week, Proses dan Syarat Pendaftaran Merek di Ditjen Kekayaan Intelektual

Hak atas kekayaan intelektual (HAKI) Citayam Fashion Week belakangan menjadi perbincangan publik setelah beberapa pihak mendaftarkan merek tersebut.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 28 Juli 2022  |  20:30 WIB
Citayam Fashion Week, Proses dan Syarat Pendaftaran Merek di Ditjen Kekayaan Intelektual
Warga berpose menampilkan busananya di atas zebra cross di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Sabtu (23/7/2022).ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - wsj.

Bisnis.com, JAKARTA - Hak atas kekayaan intelektual (HAKI) Citayam Fashion Week belakangan menjadi perbincangan publik setelah beberapa pihak mendaftarkan merek tersebut di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Kendati demikian, PT Tiger Wong Entertainment dan Indigo Aditya Nugroho akhirnya menarik permohonan HAKI tersebut lantaran kecaman publik.

Sementara itu, dua pemohon HAKI Citayam Fashion Week dan satu pemohon merek Citayam masih dalam proses.

Lalu bagaimana syarat dan proses suatu merek akhirnya bisa dipatenkan?

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Razilu menegaskan, bahwa semua pihak berhak mengajukan permohonan merek. Namun, tidak semua pihak serta merta akan mendapatkan merek atau perlindungan hukum merek

"Nasib dari sebuah permohonan merek itu pasti ada satu di antara dua, yang pertama adalah di daftar yang kedua ditolak. Jadi kalau dia tidak didaftar, dia pasti ditolak," kata Razilu dalam konferensi pers di Press Room Lantai Dasar, Gedung Eks Sentra Mulia, Kementerian Hukum dan HAM, Selasa (26/7/2022).

Menurut Razilu, hanya pihak yang memenuhi syarat administratif dan persyaratan substantif saja yang berhak kemudian diberikan merek atau didaftar.

"Dan ketika tidak memenuhi persyaratan administratif itu dianggap ditarik kembali. Kalau tidak memenuhi persyaratan substantif dia akan dianggap ditolak," ujarnya.

Tidak sampai di situ, agar merek dapat dipatenkan dan memiliki payung hukum harus ada beberapa tahapan. Termasuk melalui pemeriksaan oleh DJKI, selain itu masyarakat juga bisa mengajukan keberatan dalam proses publikasi.

"Nanti dipublikasi ini selama dua bulan untuk menerima tanggapan dari publik. Jadi siapa saja ketika pada saat dipublikasi itu boleh mengajukan oposisi kepada kita atau semacam keberatan, 'Saya keberatan dengan merek ini, sebenarnya dia tidak berhak,'" papar Razilu.

Argumen masyarakat akan menjadi dasar pemeriksaan substantif. Dalam pemerikasaan substantif, akan ditentukan apakah berhak mendaftar atau menolak.

"Dan dasar yang digunakan oleh teman-teman di pemerikasaan merek untuk menentukan apakah dia berhak didaftar atau ditolak, itu hanya ada dua pasal, dalam UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis yaitu pasal 20 dan 21," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Citayam Fashion Week haki merek
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top