Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

DPRD DKI Jakarta Dorong Transjakarta Lakukan Terobosan Cari Pendapatan

DPRD DKI Jakarta mendorong Transjakarta mencari strategi baru untuk meningkatkan pendapatan.
Nabil Syarifudin Al Faruq
Nabil Syarifudin Al Faruq - Bisnis.com 13 Januari 2023  |  10:00 WIB
DPRD DKI Jakarta Dorong Transjakarta Lakukan Terobosan Cari Pendapatan
Bus Metrotrans melintas di kawasan Halte Jakartas International Stadium (JIS), Jakarta, Selasa (1/3/2022). PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menguji coba layanan non-bus rapid transit (non-BRT) rute 14 Jakarta International Stadium (JIS)-Senen setiap hari mulai pukul 05.00-21.30 WIB dengan headway 10 menit di jam sibuk dan 20 menit di luar jam sibuk. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar - rwa.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendorong PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk melakukan terobosan dalam memperoleh pendapatan selain dari penjualan tiket (non-farebox).

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan upaya tersebut merupakan langkah untuk mengurangi beban public service obligation (PSO) yang setiap tahun diberikan oleh Pemprov DKI kepada Transjakarta.

“Terobosan harus dilakukan oleh Transjakarta, sebagai salah satu contoh badan bus bisa dijual untuk iklan, kami memandang banyak calon investor yang mau mengiklan disitu,” jelas Prasetio dalam situs resmi DPRD DKI Jakarta, Jumat (13/1/2023).

Berdasarkan catatan, dalam APBD DKI Jakarta tahun anggaran 2023, DPRD DKI Jakarta telah menyetujui penambahan PSO Rp300 miliar menjadi Rp3,5 triliun.

Ketua Komisi B DPRD DKI Ismail juga sepakat agar PT Transjakarta sesegera mungkin melakukan terobosan, selain bisa mengurangi beban PSO, jasa transportasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan dividen yang diberikan kepada Pemprov setiap tahunnya.

“Seiring berjalan, dengan peningkatan pendapatan dari non-farebox nanti, paling tidak operasional yang selama ini masih 100% dibebankan kepada PSO bisa dikurangi, dan idealnya bisa memberikan kontribusi kepada Pemprov DKI,” ujar dia.

Di kesempatan yang sama, Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT Transjakarta Lies Permana Lestari mengaku pihaknya sedang menggodok tiga program agar bisa mempunyai pendapatan dari non-farebox. Bahkan ia optimis tahun pertama ini dapat meraup hingga Rp600 miliar dari program tersebut.

Masing-masing yakni, melakukan branding di halte maupun di bus dengan bentuk statis ataupun digital. Lalu melakukan penamaan halte (naming rights) seperti yang telah dilakukan PT MRT Jakarta, serta menyewakan papan digital (digital signage) kepada pihak luar untuk beriklan.

“Paling terbesar dari branding bus dan halte, bisa sampai 60% dari pendapatan non-farebox kami. Untuk aset yang ada, kami juga punya digital signage 225 titik, kita akan coba sounding ke klien untuk bisa beriklan,” ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transjakarta dprd dki bumd
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top