Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Planetarium Tidak Kunjung Beroperasi usai Revitalisasi TIM, Jakpro Buka Suara

Jakpro memastikan Planetarium segera beroperasi lagi usai alat proyektor di dalamnya kembali berfungsi.
Planetarium Tidak Kunjung Beroperasi usai Revitalisasi TIM, Jakpro Buka Suara Petugas astronomi Planetarium Jakarta menyiapkan teropong bintang. JIBI-Muhammad Ridwan
Planetarium Tidak Kunjung Beroperasi usai Revitalisasi TIM, Jakpro Buka Suara Petugas astronomi Planetarium Jakarta menyiapkan teropong bintang. JIBI-Muhammad Ridwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro buka suara perihal fasilitas Planetarium dan Obsevatorium Jakarta yang tidak beroperasi usai Taman Ismail Marzuki (TIM) direvitalisasi.

Direktur Utama Jakarta Propertindo Iwan Takwin mengatakan bahwa Planetarium akan segera beroperasi kembali setelah perbaikan beberapa alat penunjang di dalamnya dilakukan.

“Untuk Planetarium, secara fisik interior sudah selesai. Memang ada proses pada alat visualnya yang saat ini sedang dilakukan komunikasi dengan pihak produsen alat tersebut, supaya alatnya bisa beroperasi secara dan sempurna,” jelas Iwan di Jakarta, Senin (13/3/2023).

Iwan pun juga menegaskan bahwa telah meminta kepada tim proyek untuk segera mengoperasikan planetarium

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo menyayangkan situs Planetarium dan Obsevatorium Jakarta (POJ) di TIM tidak berfungsi sejak revitalisasi dilakukan oleh BUMD PT Jakarta Propertindo. 

“Planetarium yang menjadi salah satu daya tarik utama masyarakat untuk datang ke TIM malah justru tidak berfungsi semenjak revitalisasi TIM. Kami menyayangkan anggaran revitalisasi TIM yang cukup fantastis justru tidak menyentuh secara menyeluruh POJ ini,” jelasnya.

Anggara memerincikan revitalisasi yang dilakukan pada teater bintang ini hanya berupa penggantian karpet dan kursi. Namun, fasilitas POJ ini justru tidak bisa beroperasi karena proyektornya tidak berfungsi.

“POJ ini dulu diimpikan Presiden Soekarno sebagai simbol bahwa Jakarta merupakan kota modern yang memiliki perhatian pada penelitian sains angkasa raya. Makanya sejak TIM dibangun dulu, POJ menjadi ikon dan menjadi sarana pendidikan publik yang menarik,” tambahnya.

Sebagai pusat pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat, Planetarium Jakarta juga memiliki sejarah yang panjang. Menurut situs resminya, presiden pertama RI Soekarno adalah orang yang pertama kali menggagas pembangunan fasilitas ini. Gagasan ini tertuang dalam Surat Keputusan Presiden RI No. 155 tahun 1963.

Tempat wisata yang terdiri dari gedung planetarium dan observatorium ini mulai dibangun pada 9 September 1961. Soekarno pun ikut hadir memancangkan tiang pertama. Proses pembangunan yang berlangsung selama 4 tahun akhirnya selesai pada 10 November 1968 dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin. Peresmian ini juga bersamaan dengan diresmikannya Taman Ismail Marzuki.

Planetarium Jakarta telah mengalami renovasi untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pengunjung. Renovasi tersebut dilakukan pada 1996. Renovasi tersebut mencakup gedung planetarium dan observatorium. Selain itu pengelola juga memutakhirkan peralatan yang ada seperti mengganti proyektor yang lebih canggih dan mengganti layar kubah dengan yang baru.

Kemudian, lantai ruang pertunjukan juga ditingggikan dan dibuat bertingkat. Seluruh kursi dibuat menghadap selatan dan berjumlah 320 dan dipadukan dengan audio visual sehingga menjadi pertunjukan teater bintang yang utuh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper