Sekda DKI Tegaskan Tak Instruksikan BUMD Jadi Sponsor Formula E

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan tidak memberikan arahan BUMD untuk mensponsori Formula E Jakarta.
Logo Jakpro/dokumentasi
Logo Jakpro/dokumentasi

Bisnis.com, JAKARTA — Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Joko Agus Setyono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak memberikan arahan BUMD untuk mensponsori Formula E Jakarta

Joko mengatakan bahwa sampai saat ini Pemprov DKI tidak memberikan permintaan kepada BUMD DKI Jakarta untuk menjadi sponsor Formula E 2023 yang diselenggarakan pada 3-4 Juni mendatang. 

“Tidak ada, enggak ada, kita hanya sebagai pemerintah daerah, jadi itu urusan bisnis mereka,” ujar Joko di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (11/5/2023).

Joko menyampaikan bahwa untuk Formula E 2023, Pemerintah Daerah DKI Jakarta juga tidak mengeluarkan commitment fee untuk penyelenggaraan acara balap mobil listrik tersebut.

“Sekarang pemerintah daerah sudah tidak lagi mengeluarkan sedikit pun untuk pelaksanaan Formula E yang sekarang,” jelasnya. 

Sebagai informasi, Formula E 2023 merupakan program dari Jakpro dengan sistem business to business (B2B). Joko pun menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak terlibat sama sekali.

“Itu sebenarnya program BUMD Jakpro dengan menggunakan B2B, jadi pemerintah daerah tidak terlibat sama sekali,” jelasnya. 

Di sisi lain, untuk mensukseskan Formula E 2023, Jakpro telah menyatakan pihaknya tengah mendekati 100 calon sponsor untuk berpartisipasi dalam ajang balap kendaraan listrik tersebut.

VP Corporate Secretary Syachrial Syarif mengatakan pihaknya telah mendekati 100 calon sponsor untuk pelaksanaan acara Formula E. Perusahaan-perusahaan yang didekati saat ini ada dari BUMN dan swasta.

"Saya gak hafal siapa saja nama perusahaannya, namun dalam waktu dekat akan kita umumkan," jelasnya.

Sayangnya, Jakpro belum bisa memastikan total dana yang diincar dari para calon sponsor tersebut, tetapi diperkirakan mencapai ratusan miliar.

“Angkanya belum bisa kami pastikan tapi sampai ratusan miliar. Harapannya dari dana yang diperoleh ini bisa menutup cost dan memberikan benefit,” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper