Kualitas Udara Jakarta Turun ke Ranking 21 Dunia Pagi Ini, Kondisi Sedang

Kualitas udara DKI Jakarta menempati ranking 21 dunia di pagi ini, dalam kondisi sedang.
POLUSI JAKARTA HARI INI. Suasana Monumen Nasional (Monas) dan gedung bertingkat dengan diselimuti polusi udara di Jakarta, Minggu (27/8/2023). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
POLUSI JAKARTA HARI INI. Suasana Monumen Nasional (Monas) dan gedung bertingkat dengan diselimuti polusi udara di Jakarta, Minggu (27/8/2023). JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Kualitas udara di Ibu Kota Jakarta pagi ini dalam kondisi sedang, pada Sabtu (16/12/2023) pagi.

Berdasarkan data IQAir, tingkat polusi Ibu Kota berada di angka 93 AQI US pada pukul 08.00 WIB dan menempati peringkat ke-21 di dunia.

Level ini dapat diartikan udara Jakarta dalam kondisi sedang bagi masyarakat, tetapi masih disarankan untuk tetap mengenakan masker saat bepergian.

Selanjutnya, untuk tingkat konsentrasi PM2.5 di Jakarta saat ini 32 µg/m³ atau setara dengan 6,4 kali dari nilai panduan kualitas udara tahunan World Health Organization (WHO).

Sementara itu, suhu di Jakarta pagi hari ini 28 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan 62%, gerak angin 13 mp/h, dan tekanan sebesar 1010 Hg.

Sebagai informasi, peringkat kualitas udara Jakarta saat ini berada di posisi ke-21 di dunia dengan indikator warna adalah kuning, yang artinya sedang.

Adapun indikator warna lainnya yaitu ungu yang berarti sangat tidak sehat, hitam berbahaya, hijau baik, oranye tidak sehat bagi kelompok sensitif, dan merah tidak sehat.

Seiring kualitas udara Jakarta yang berada pada indikator kuning, masyarakat Jakarta masih diimbau untuk menggunakan masker jika berada di luar ruangan, menutup jendela agar terhindar dari udara kotor dari luar, dan menghindari aktivitas olahraga di luar ruangan.

Warga Jakarta juga disarankan menyalakan penyaring udara di dalam ruangan agar udara yang masuk tidak membahayakan kesehatan.

Polusi udara diperkirakan telah menyebabkan 13.000 kematian di Jakarta pada 2023. Polusi udara juga telah merugikan sekitar US$3,5 miliar atau Rp54,3 triliun di Jakarta pada 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Erta Darwati
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper