Penyertaan Modal Daerah Dharma Jaya Dicabut, Pasok Daging Penerima KJP Dijamin Aman

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan pasokan daging sapi beku untuk masyarakat berpenghasilan rendah, terutama penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) tidak akan terganggu meski PD Dharma Jaya tidak mendapat suntikan penyertaan modal daerah (PMD).
Feni Freycinetia Fitriani | 24 November 2017 01:43 WIB
Ilustrasi - Bisnis Deliana Pradhita Sari

Bisnis.com, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan pasokan daging sapi beku untuk masyarakat berpenghasilan rendah, terutama penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) tidak akan terganggu meski PD Dharma Jaya tidak mendapat suntikan penyertaan modal daerah (PMD).

"Tadi Alhamdulillah kami sudah lakukan rapat dengan Asisten Perekonomian, PD Dharma Jaya, dan Bank DKI. Kami pastikan pasokan daging sapi untuk masyarakat termarjinalkan dan lapisan bawah tidak terganggu," ujarnya di Balai Kota DKI, Kamis (23/11/2017).

Dia mengatakan Pemprov DKI melalui Badan Pengelola Keuangan Daerah akan menggelontorkan subsidi atau public service obligations (PSO) kepada PD Dharma Jaya. Dana PSO tersebut akan digunakan untuk membeli daging beku untuk dibagikan sekaligus pasokan (buffer) untuk sebulan ke depan.

Nantinya, Pemprov DKI akan memberikan PSO awal sebesar Rp9 miliar untuk modal. Namun, rencananya jumlah tersebut akan ditambahkan sesuai dengan kebutuhan daging yang harus disalurkan kepada ribuan penerima KJP.

"Bu Marina [Dirut PD Dharma Jaya] sangat siap untuk menjalankan penugasan. Sekarang kita akhiri polemik soal daging ini ya. Ini jadi pelajaran untuk kita semua. Kami akan minta Dharma Jaya menyiapkan business plan untuk diajukan ke Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PD Dharma Jaya Marina Dwi Kusumajati mengatakan pihaknya bergantung pada PSO setelah permintaan penyertaan modal daerah (PMD) ditolak oleh Badan Anggaran DPRD DKI. 

"Kami kan dapat penugasan untuk menyediakan daging murah bagi penerima Kartu Jakarta Pintar [KJP]. Program itu tidak boleh berhenti dan PSO jadi satu-satunya jalan," katanya ketika dihubungi Bisnis, Rabu (22/11/2017).

Dia menuturkan serapan daging sapi beku untuk penerima KJP berkisar 150 ton per bulan. Sementara itu, stok yang disiapkan Dharma Jaya untuk buffer jumlahnya sama, yaitu 150 ton per bulan.  

Daging beku itu, lanjutnya, dijual dengan harga terjangkau agar bisa dinikmati oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tinggal di berbagai wilayah di Ibu Kota. 

Marina mengatakan sebelumnya Dharma Jaya membeli daging beku dari Australia dan New Zealand menggunakan dana PMD. Setelah daging diserap warga, dana yang sudah digunakan itu akan di-reimbuse oleh Pemprov DKI. Total PSO yang dianggarkan untuk pembelian daging sapi murah pada tahun anggaran 2017 berkisar Rp350 miliar.  

"Reimburse baru bisa dilakukan setelah diverifikasi oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian. Untuk tahun depan, kami minta setidaknya 30% dari total PSO untuk belanja," jelasnya.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pd dharma jaya

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top