Uji Coba OK-OKTRIP, Anda Harus Beli Kartu Baru

Uji coba pelaksanaan sistem dari program OK-OTRIP akan dilakukan pada 22 Desember di 13 koridor Transjakarta, namun pelanggan yang ingin mencoba program ini diharuskan membeli kartu [tiket] baru
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 14 Desember 2017  |  13:39 WIB
Uji Coba OK-OKTRIP, Anda Harus Beli Kartu Baru
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperlihatkan kartu Ok-Otrip, Kamis (14/12/2017). - Dok. Diskominfotik Pemprov DKI.

Bisnis.com, JAKARTA - Uji coba pelaksanaan sistem dari program OK-OTRIP akan dilakukan pada 22 Desember di 13 koridor Transjakarta, namun pelanggan yang ingin mencoba program ini diharuskan membeli kartu [tiket] baru.

Tiket Ok-Otrip dijual dengan harga Rp40.000 dengan saldo terisi senilai Rp20.000 yang bisa didapatkan di halte Transjakarta dan sejumlah outlet yang bekerja sama dengan Transjakarta.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Budi Kaliwono mengatakan kartu elektronik yang selama ini digunakan oleh pelanggan Transjakarta belum dilengkapi dengan sistem pembaca guna mengakumulasi jumlah tarif dalam waktu perjalanan tiga jam yang diterapkan di OK-OTRIP sehingga perlu modifikasi kartu.

"Oleh sebab itu lebih memudahkan kami membuat kartu baru yang disebut kartu Ok-Otrip Nanti fasilitasnya akan lebih lengkap dengan memberikan program tambahan bagi pelanggan," ujarnya di Balai Kota, Kamis (14/12/2017).

Kerja sama pengadaan kartu dan sistemnya melibatkan enam bank yakni Bank DKI, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, Bank BCA, dan Bank Mega.

Budi menegaskan pelanggan masih tetap dapat menggunakan kartu elektronik yang lama namun tidak berlaku untuk program OK-OTRIP.

"Kalau mau pakai yang lama silakan, tapi tidak bisa tiga jam [Ok-Otrip] karena bukan punya kami kartunya, tapi punya bank," katanya.

Budi menyampaikan bahwa sambil mengevaluasi uji coba sistem, pihaknya akan mengusahakan dengan bank sebagai penerbit kartu agar kartu elektronik lama dapat digunakan dalam program ini.

Uji coba yang dilaksanakan pada 22 Desember 2017 nantinya berfungsi untuk memetakan perjalanan pelanggan serta menyesuikan sistem kartu yang baru. Mekanisme ini menggratiskan pelanggan Transjakarta untuk durasi selama tiga jam setelah tap pertama. 

Adapun ketentuan ini berlaku untuk sementara di 13 koridor Transjakarta.

Uji coba secara utuh yang akan melibatkan Transjakarta, bus sedang (metromini) dan bus kecil (mikrolet) akan dilaksanakan pada 15 Januari 2018 - April 2018 dengan promosi tarif maksimal Rp3.500 untuk satu tujuan perjalanan dalam durasi tiga jam.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bus transjakarta, anies-sandi

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top