Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aksi Sopir Online, Polda Metro Jaya: Jaga Ketertiban

Polda Metro Jaya mengimbau agar seluruh pengemudi daring menjalankan aksi dengan damai dan tertib agar aparat penegak hukum dapat mengamankan aksi tersebut dengan baik.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 29 Januari 2018  |  14:05 WIB
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono - Antara
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Polda Metro Jaya mengimbau agar seluruh pengemudi daring menjalankan aksi dengan damai dan tertib agar aparat penegak hukum dapat mengamankan aksi tersebut dengan baik.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengemukakan aparat penegak hukum baik kepolisian maupun TNI sudah dipersiapkan untuk mengamankan jalannya aksi tersebut. Menurutnya, kepolisian juga akan memfasilitasi seluruh pendemo agar dapat melakukan audiensi dengan perwakilan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Kami dari kepolisian dan TNI serta beberapa staf dari pemerintah provinsi akan memfasilitas dan mengamankan jalannya unjuk rasa ini. Jadi nanti kita akan jalan kaki dari lapangan IRTI ke Kemenhub," tuturnya hari ini Senin (29/1/2018).

Dia menjelaskan kepolisian juga telah mempersiapkan pengalihan arus lalu lintas di sekitar pendemo, agar masyarakat dapat beraktivitas dengan baik. Menurutnya, seluruh anggota polri sudah dipersiapkan untuk melakukan rekayasa lalu lintas.

"Kami dari Polda dan Polres juga akan mempersiapkan rekayasa lalu lintas, kami berharap demo ini berjalan dengan tertib dan aman," katanya.

Seperti diketahui, seluruh pengemudi daring menuntut pemerintah untuk mencabut Peraturan Menteri Perhubungan No. 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek yang dimulai per 1 Februari 2018, karena dinilai akan merugikan pengemudi daring.

Pengemudi daring diprediksi akan kehilangan pekerjaan jika Permenhub tersebut diterapkan oleh pemerintah. Selain itu, pengemudi daring juga menolak kewajiban penggunaan SIM A umum dan menolak kewajiban pemasangan stiker, menolak domisili dan menolak kewajiban KIR.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Grab Taxi Gojek taksi online
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top