Jakpro-NEC Jepang Sinergi Kembangkan Smart City

Jakarta Propertindo (Jakpro) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Nippon Electric Company (NEC) untuk mengembangkan solusi kota pintar atau smart city.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 21 Februari 2018  |  18:36 WIB
Jakpro-NEC Jepang Sinergi Kembangkan Smart City
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (kanan) meninjau proyek revitalisasi Taman Lapangan Banteng, di Jakarta, Jumat (15/12). Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengapresiasi cepatnya progres revitalisasi Taman Lapangan Banteng yang telah mencapai 23 persen, dan meminta kepada semua pegawai yang terlibat dalam proyek tersebut untuk semangat bekerja. ANTARA FOTO - Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Nippon Electric Company (NEC) untuk mengembangkan solusi kota pintar atau smart city.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama PT Jakpro Satya Heragandhi dan Executive Vice President of NEC Toshiya Matsuki di Tokyo, Jepang. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan kerja sama tersebut dilakukan untuk mengembangkan solusi kota pintar atau smart city.

"Kerja sama antara Pemprov DKI melalui Jakpro dengan NEC melalui skema public private partnership [PPP] untuk mengembangkan smart city di Jakarta," ujarnya dikutip dari akun media sosial Instagram @sandiuno, Rabu (21/2/2018).

Sandi menambahkanm salah satu tujuan kunjungan dirinya dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) ke Jepang untuk mencari mitra kerja Pemprov DKI dari berbagai sektor. Tak terkecuali di bidang teknologi informasi (TI).

Menurutnya, NEC merupakan perusahaan TI besar yang memiliki rekam jejak sangat baik di tingkat dunia. Karena itu, dia berharap sistem TI khususnya smart city semakin terintegrasi. "Kami berharap dengan pengembangan ini, sistem pelayanan warga menjadi lebih baik," imbuhnya.

Sandi menambahkan saat ini Indonesia menduduki peringkat 72 dari 190 negara untuk kategori kemudahan perizinan atau ease of doing business. Target yang akan dicapai, lanjutnya, Indonesia bisa naik hingga posisi 40 besar pada 2022.

Selain Sandi dan Dirut Jakpro, kunjungan kerja ke negeri Sakura juga dihadiri Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Edy Juanedi, Dirut MRT Jakarta William Sabandar, dan beberapa anggota Kadin DKI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sandiaga uno, smart city

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top