Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembersihan Sampah di Hutan Mangrove Muara Angke Ditarget Seminggu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pembersihan sampah di sekitar kawasan hutan mangrove, Muara Angke, Jakarta Utara dapat selesai dalam satu minggu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Maret 2018  |  15:39 WIB
Pembersihan Sampah di Hutan Mangrove Muara Angke Ditarget Seminggu
Hutan bakau atau mangrove - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pembersihan sampah di sekitar kawasan hutan mangrove, Muara Angke, Jakarta Utara dapat selesai dalam satu minggu.

"Pembersihan sampah di sekitar kawasan hutan mangrove, Muara Angke ditargetkan selesai dalam minggu ini," kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Yusen Hardiman di Jakarta, Senin (19/3/2018).

Sejauh ini, menurut Yusen Hardiman, pihaknya telah mengangkut puluhan ton sampah dari sekitar kawasan hutan mangrove tersebut. Proses pengangkutan sampah pun masih berjalan hingga saat ini.

"Kami mengerahkan ratusan petugas dan juga eskavator amfibi untuk melakukan pengangkutan sampah. Sejak Sabtu (17/2/2018) kemarin, sudah puluhan ton sampah yang kami angkut," ujar Yusen.

Pada Sabtu (17/3/2018), sampah yang diangkut mencapai 19 ton, sedangkan pada Minggu (18/3/2018) mencapai 15 ton. Pihaknya juga menambah sejumlah alat pengangkut sampah.

"Saat ini, kami juga menambah alat pengangkut sampah berupa eskavator spider dan empat kapal. Penambahan itu dilakukan karena lokasi sampah itu berada di perairan," tutur Yusen.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan sampah yang diangkut itu sebagian besar merupakan sampah berupa kemasan plastik. Dia berharap proses pemberaihan sampah dapat berjalan dengan lancar.

"Kami berharap pembersihan sampah hari ini bisa berjalan lancar, sehingga sampah cepat terangkut. Kami melihat kontur tanah di sekitar lokasi kurang stabil. Jadi, kami harus berhati-hati," ungkap Yusen.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mangrove

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top