Sandi Mengaku Tahu Anggaran Tong Sampah Buatan Jerman Rp9,6 Miliar

Setelah ramai pencabutan pohon palsu di trotoar, warganet kembali mempersoalkan soal pengadaan tempat sampah yang diimpor dari Jerman dengan anggaran Rp9,6 miliar.
Feni Freycinetia Fitriani | 05 Juni 2018 13:03 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno didampingi Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) menjelaskan proses Pemprov DKI mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan di Balai Kota DKI, Rabu (30/5/2018).-JIBI - Feni Freycinetia

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah ramai pencabutan pohon palsu di trotoar, warganet kembali mempersoalkan soal pengadaan tempat sampah yang diimpor dari Jerman dengan anggaran Rp9,6 miliar.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan ingin mengonfirmasi hal tersebut. Namun, dia mengurungkan niat setelah berkonsultasi dengan Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Tadi saya ngomong sama Pak Anies. Saya mau jawab sekarang, tapi sepertinya teman-teman pers senang dengan isu seperti ini. Silakan [wartawan] ramaikan dulu," katanya sambil tertawa, Selasa (5/6/2018).

Dia mengatakan Anies sebenarnya mempersilakan untuk melakukan klarifikasi saat ini juga. Namun, mantan Bos Saratoga tersebut mengikuti sarannya agar menunggu sampai isu tersebut ramai diperbincangkan media massa dan warga Jakarta.

Sandi menambahkan tidak mungkin dirinya tak tahu soal pengadaan kotak sampah dengan nilai yang cukup fantastis tersebut. Apalagi, lanjutnya, Pemprov DKI telah mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan.

"Ya, saya ini kan orang keuangan. Saya tahu sekali masalah anggaran. Bagi saya anggaran itu penting. Nanti pada saatnya kita berikan klarifikasi," imbuhnya.

Sebelumnnya, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta membeli 2.600 tempat sampah dengan harga total Rp 9,6 miliar pada tahun anggaran 2018. Pengadaan tempat sampah itu viral karena Dinas LH membeli tempat sampah buatan Jerman. Tempat sampah berwarna hijau tersebut berukuran 660 liter dan akan diletakkan di permukiman warga. Tempat sampah jenis ini bisa menampung sampah dari 330 orang.

Tag : pemprov dki
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top