Terkuak, Alasan Pemprov DKI Beli Tong Sampah Buatan Jerman Rp9,6 Miliar

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan pengadaan tempat sampah buatan Jerman seharga Rp9,6 miliar memang diinisasi oleh pihaknya sejak dua tahun lalu.
Feni Freycinetia Fitriani | 05 Juni 2018 14:41 WIB
tempat sampah buatan Jerman - www.groen/indonesia.com

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan pengadaan tempat sampah buatan Jerman seharga Rp9,6 miliar memang diinisasi oleh pihaknya sejak dua tahun lalu.

Dia menceritakan pengadaan tempat sampah atau dust bin dimulai sejak 2016, dilakukan secara transparan melalui Lembaga Kebijakan Penyediaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yakni sistem e-catalog.

"Itu kan e-catalog ya, berarti LKPP [yang menyetujui pembelian]. Kami enggak ketemu sama penyedia jasanya secara langsung," katanya ketika dikonfirmasi, Selasa (5/6/2018).

Dia menuturkan, Dinas Lingkungan Hidup DKI telah menyelesaikan pengadaan truk convector sebanyak 91 unit pada 2016. Setahun berselang, mereka kembali mengalokasikan anggaran untuk pembelian 75 truk convector dan 1500 dust bin. Masing-masing berukuran 120 liter-140 liter sebanyak 500 unit dan 620 liter sebanyak 1.000 unit.

Pada 2018, Isnawa menambah kuota pembelian dust bin berukuran 660 liter menjadi 2.600 unit.

"Nah, pengadaan 2.600 unit dust bin ini memang total anggarannya Rp9,6 miliar," ucapnya.

Berdasarkan keterangan tersebut, maka satu unit dust bin dibeli seharga Rp3,6 juta/unit. Menurut Isnawa, nilai tersebut tetap lebih murah apabila dibandingkan dengan tong sampah serupa buatan China yang dijual di ‘market place’ seharga Rp4,4 juta/unit. Lelang e-katalog tersebut dimenangkan oleh Groen asal Jerman.

Dia pun mengungkap alasan mengapa tak menggunakan barang lokal dan harus repot mengimpor tong sampah asal Jerman.

"Masalahnya buatan dalam negeri itu enggak ada. Kalau ada perusahaan lokal yang jual, pasti kami pakai kok. Di e-katalog yang bidding itu perusahaan Jerman dan China, ya lebih baik buatan Jerman Groen itu sudah jelas standar internasional," kata Isnawa.

Dia menuturkan pihak LKPP pasti sudah mengerti kualitas tong sampah yang dibutuhkan oleh Pemprov DKI. Menurutnya, tempat sampah atau dust bin berukuran 660 liter harus dimiliki Dinas Lingkungan Hidup DKI lantaran sudah ada truk convector sampah.

Pasalnya, truk convector sampah tidak bisa digunakan secara maksimal tanpa dust bin dengan desain khusus tersebut. Mantan Camat Tambora tersebut mengatakan penggunaan truk convector dan dust bin sudah lama dilakukan di negara-negara Eropa.

"Kalau sudah terpasang, nanti dust bin tinggal diangkat ke dalam secara otomatis. Jadi kita enggak pakai truk terbuka lagi, biar enggak bau kemana-mana," imbuhnya.

Tag : pemprov dki
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top