Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPRD Optimis Target Pajak Reklame Meningkat

Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Faisal Syafruddin optimis perolehan pajak reklame akan meningkat seiring dengan diwajibkannya reklame digital di kawasan kendali ketat.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  04:51 WIB
jibiphoto
jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA–Plt Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Faisal Syafruddin optimis perolehan pajak reklame akan meningkat seiring dengan diwajibkannya reklame digital di kawasan kendali ketat.

Dengan diwajibkannya reklame digital, nilai sewa reklame (NSR) otomatis meningkat dua hingga tiga kali lipat sehingga akan berkontribusi besar dalam mengejar target perolehan pajak reklame.

Adapun untuk tahun 2019, target perolehan pajak reklame mencapai 1,05 triliun.

"Dengan reklame digital ini penghasilan BPRD bisa sangat meningkat. Peningkatannya mungkin akan lebih tinggi lagi, karena orang akan memasang dalam bentuk digital. Dalam hal ini tidak hanya pajak yang kita soroti, tapi estetika kota," kata Faisal, Kamis (21/2/2019).

Faisal pun tidak khawatir dengan mundurnya perusahaan reklame dari kawasan kendali ketat karena batasan-batasan yang ditimbulkan dari Pergub No. 148/2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Reklame.

Menurutnya, perusahaan reklame bagaimanapun akan tetap menyelenggarakan reklame di kawasan kendali ketat yang merupakan kawasan strategis di DKI Jakarta.

Untuk diketahui, pergub penyelenggaraan reklame di kawasan kendali ketat dibatasi hanya pada reklame-reklame yang menempel di dinding atau di atas gedung dan harus digital.

Asosiasi Perusahaan Media Luargriya Indonesia (AMLI) pun mengeluhkan pembatasan tersebut karena hingga saat ini masih sedikit perusahaan reklame yang mampu menyelenggarakan reklame digital.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pajak dki
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top