Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Biaya Pembangunan Jembatan Lengkung yang Rubuh Bukan Rp5 Miliar

Anggaran pembangunan revitalisasi Utan Kemayoran menggunakan anggaran dari Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK Kemayoran) secara keseluruhan totalnya Rp5 miliar bukan hanya untuk jembatan lengkung saja
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 25 Desember 2019  |  01:38 WIB
Jembatan Lengkung Utan Kota Kemayoran Ambruk / Antara
Jembatan Lengkung Utan Kota Kemayoran Ambruk / Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran membantah informasi yang beredar bahwa Jembatan Lengkung di Area Utan Kemayoran yang rubuh pada Minggu, 22 Desember menghabiskan anggaran Rp5 miliar.

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran Medi Kristianto mengatakan, dana tersebut bukan hanya untuk pembangunan jembatan saja, tetapi merupakan jumlah total anggaran yang digunakan untuk keseluruhan revitalisasi Utan Kemayoran melalui perbaikan fisik.

Antara lain untuk pembangun fasilitas panggung di atas air, ampiteater, menara pandang dan jogging track serta penangkaran burung.

“Anggaran pembangunan revitalisasi Utan Kemayoran menggunakan anggaran dari Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK Kemayoran) secara keseluruhan totalnya Rp5 miliar bukan hanya untuk jembatan lengkung saja,” ujar Medi dalam siaran pers, Selasa (24/12/2019).

Hingga saat ini, penyebab robohnya jembatan pada Minggu 22 Desember masih dalam proses investigasi sehingga untuk sementara waktu akses ke Utan Kemayoran masih dibatasi.

Jembatan itu diketahui masih dalam proses pengerjaan oleh kontraktor dan belum diserahterimakan kepada Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran.

Medi menambahkan jembatan lengkung milik PPK Kemayoran merupakan salah satu fasilitas yang ada di area Utan Kemayoran.

“Pengelola berharap dalam waktu dekat Utan Kemayoran sudah dapat dibuka untuk masyarakat umum,” tambah Medi.

Utan Kemayoran sendiri merupakan Ruang Terbuka Hijau yang direvitalisasi oleh PPK Kemayoran untuk mengubah hutan seluas 22,3 hektar yang sebelumnya pasif menjadi hutan yang aktif.

Keberadaan hutan ini juga memberikan manfaat atas terbentukya ekosistem baru bagi satwa unggas yang berdatangan di Utan Kemayoran. Revitalisasi Utan Kemayoran dilakukan PPK Kemayoran untuk memenuhi tujuan rekreasi hutan yang dapat dinikmati masyarakat, edukasi untuk mengenalkan flora dan fauna, serta konservasi untuk pelestarian mangrove di ibukota.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemayoran
Editor : M. Taufikul Basari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top