Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Daftar 10 Kota Termacet di Dunia, Jakarta Nomor Berapa?

Kemacetan lalu lintas terus meningkat secara global selama satu dekade terakhir dan sebanyak 239 kota atau 57 persen kota yang disurvei dalam indeks menunjukkan peningkatan tingkat kemacetan antara 2018 dan 2019.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  10:35 WIB
Kendaraan bermotor terjebak kemacetan di Jalan KH. Abdullah Syafei, Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Kendaraan bermotor terjebak kemacetan di Jalan KH. Abdullah Syafei, Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA – Kota Bengaluru di India menjadi kota termacet di dunia berdasarkan Indeks Lalu Lintas TomTom tahun 2019.

 TomTom, perusahaan teknologi navigasi asal Belanda, merilis  indeks kemacetan itu untuk menyoroti tingkat kemacetan pada 416 kota di 57 negara.

Dikutip dari www.wired.com, Selasa (28/1/2020), kemacetan lalu lintas terus meningkat secara global selama satu dekade terakhir dan sebanyak 239 kota atau 57 persen kota yang disurvei dalam indeks  menunjukkan peningkatan tingkat kemacetan antara 2018 dan 2019.

Hanya 63 kota yang menunjukkan penurunan yang terukur. 

Dikutip dari rilis TomTom, Bengaluru, India, menjadi kota yang memiliki tingkat kemacetan tertinggi di dunia dan pengendara di sana dapat menghabiskan rata-rata waktu perjalanan ekstra 71 persen karena terjebak dalam lalu lintas. 

Ibu Kota Filipina, Manila, berada di urutan kedua dengan tingkat kemacetan yang sama, yakni 71 persen. Lalu, diikuti oleh Bogota, Kolombia (68 persen) yang tahun lalu menempati posisi pertama sebagai kota termacet di dunia. 

Kemudian, Mumbai (65 persen) dan Pune (59 persen) masuk dalam lima teratas ranking kota termacet di dunia.  Adapaun Ibu Kota Indonesia, Jakarta,  masuk dalam 10 besar peringkat kota dengan tingkat kemacetan tertinggi versi TomTom. 

Menurut indeks tersebut, Jakarta berada di peringkat ke-10 dengan tingkat kemacetan sebesar 53 persen.  Tingkat kemacetan tersebut tidak mengalami perubahan sejak 2018.

Saat jam sibuk pagi hari, perjalanan yang seharusnya memakan waktu tempuh 30 menit dalam kondisi normal menjadi 49 menit atau 19 menit lebih lama.  Sedangkan, saat jam sibuk malam hari, waktu tempuh perjalanan 30 menit menjadi 56 menit. 

Adapun TomTom mengambil data survei tersebut dari lebih dari 600 juta pengemudi yang menggunakan teknologi TomTom di perangkat navigasi, sistem in-dash, dan smartphone di seluruh dunia.

Berikut 10 kota termacet di dunia:

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india macet
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top