Ini Bocoran Peta Sirkuit Formula E, Pit Area di Barat Monas

Sirkuit Formula E akan melewati dua sisi Pelataran Merdeka Monas, bagian baratnya akan menjadi Pit Area sementara selatan akan menjadi posisi start. Di Silang Monas Tenggara ada tikungan chicane, masuk Jl.Silang Merdeka Tenggara, lanjut ke Jl.Medan Merdeka Selatan, dan masuk lagi ke Monas lewat Silang Merdeka Barat Daya.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  10:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Surat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Kementerian Sekretariat Negara terkait ajang balap mobil listrik Formula E bocor.

Surat tertanggal 11 Februari 2020 kepada Mensesneg Pratikno selaku Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka (Komrah) tersebut berisi ungkapan terima kasih dan apresiasi atas pemberian izin penyelenggaraan Formula E di Monas.

Selain itu, Anies berjanji akan memenuhi persyaratan Komrah untuk menjaga kelestarian alam dan fungsi cagar budaya Monas, serta menaati UU No 11/2010 tentang Cagar Budaya.

Menariknya, Anies ikut melampirkan gambar bentuk rancangan sirkuit dalam lampiran surat tersebut. Dengan keterangan panjang 2,6 km dan 11 tikungan.

Sirkuit tersebut akan melewati dua sisi Pelataran Merdeka Monas, bagian baratnya akan menjadi Pit Area sementara selatan akan menjadi posisi start.

Kemudian memasuki Silang Monas Tenggara dilengkapi tikungan chicane, masuk Jl.Silang Merdeka Tenggara, lanjut ke Jl.Medan Merdeka Selatan, dan masuk lagi ke Monas lewat Silang Merdeka Barat Daya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengungkap bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo selaku pelaksana pembangunan akan mengaspal sirkuit dalam waktu dekat.

"Itu bulan April harus sudah selesai infrastrukturnya karena akan ada uji coba, ya. Jadi dua bulan sebelum event itu harus sudah ada uji coba," ujarnya Rabu (12/2/2020).

Sementara itu, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Dwi Wahyu Daryoto belum mau berkomentar terkait desain sirkuit.

Namun, Dwi memastikan bahwa polemik perizinan sirkuit dalam beberapa hari ini tak berpengaruh besar terhadap progres pembangunan.

"InsyaAllah tidak [terganggu akibat polemik]. Karena pekerjaan pembuatan barrier jalan terus. Sementara soal pengaspalan masih sesuai timetable," ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (12/2/2020).

Sebelumnya, selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI, Jakpro dipercaya membangun sarana-prasarana infrastruktur Formula E lewat perjanjian business to business (B2B) dengan manajemen Formula E.

Progres pembuatan pagar, pelindung lintasan, dan alat kelengkapan sirkuit mulai dikerjakan selepas usai membeli standar dan lisensi FIA. Sementara progres pengaspalan kini tengah memasuki tahap pelaksanaan tender.

Pendanaan Jakpro sendiri bersumber dari Penyertaan Modal Daerah (PMD) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) T.A. 2020, khusus untuk infrastruktur Formula E sebesar Rp305 miliar dari Pemprov DKI.

Biaya tersebut tercatat digunakan untuk pre-feasibility study dan research & development Rp5 miliar. Kemudian pembangunan fisik, seperti civil works dan perbaikan jalan raya Rp112 miliar, dinding dan pagar Rp48 miliar, pembuatan trek dan jalur balap Rp67,2 miliar, serta safety and race material Rp32 miliar.

Selain itu, Jakpro juga akan menangani pembayaran untuk personel event, seperti bagian keamanan, pembersihan, pengelolaan sampah, toilet, manajemen lalu lintar, dan perparkiran Rp10 miliar.

Ditambah honor tim pelaksana lokal terdiri dari 50 orang dengan bujet 10 juta per 12 bulan Rp6 miliar dan biaya tak terduga atau nonfinancial sebesar Rp25 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
monas, Formula E Championship

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top