Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Konsep Penataan 4 Stasiun KRL Jadi TOD di DKI Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkap penataan empat stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) sebagai percontoham kawasan berorientasi transit (transit oriented development/TOD) sudah separuh jalan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 06 Maret 2020  |  20:54 WIB
Satu rangkaian KRL Commuterline melintasi pembangunan rumah susun terintegrasi dengan sarana transportasi atau 'Transit Oriented Development' (TOD) di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta, Kamis (9/1/2020). Pemerintah menggalakkan pembangunan hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi umum (TOD) di sejumlah stasiun sebagai salah satu solusi penyediaan perumahan sekaligus upaya mengurangi kemacetan lalu lintas. - Antara
Satu rangkaian KRL Commuterline melintasi pembangunan rumah susun terintegrasi dengan sarana transportasi atau 'Transit Oriented Development' (TOD) di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta, Kamis (9/1/2020). Pemerintah menggalakkan pembangunan hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi umum (TOD) di sejumlah stasiun sebagai salah satu solusi penyediaan perumahan sekaligus upaya mengurangi kemacetan lalu lintas. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkap penataan empat stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) sebagai percontoham kawasan berorientasi transit (transit oriented development/TOD) sudah separuh jalan.

Seperti diketahui, penataan stasiun KRL agar terintegrasi dengan moda transportasi di Ibu Kota merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta lewat B2B (business to business), badan usaha miliknya masing-masing.

Sinergi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT MRT Jakarta yang mendirikan perusahaan patungan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) ini akan menata percontohan stasiun KRL berbasis TOD di Stasiun Senen, Stasiun Juanda, Stasiun Tanah Abang, dan Stasiun Sudirman.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengungkap bahwa target rampungnya keseluruhan penataan empat stasiun ini jatuh pada Maret 2020.

"Tahap awal memang yang sudah selesai pembangunannya adalah di stasiun Juanda, dan mulai hari ini sudah mulai diujicobakan. Di sana, seluruh kolaborasi aktif yang dibangun selama ini terwujud, dan bisa dilihat di tataran implementasi di lapangan," jelasnya, Jumat (6/3/2020).

Menurut Syafrin, kunci utama penataan ada pada penambahan fasilitas kenyamanan dan keselamatan para pengguna transportasi massal di masing-masing stasiun, serta pengaturan ojek online dan moda transportasi penghubung lainnya.

"Sehingga tidak ada lagi ojek online atau pangkalan yang mengkooptasi ruang jalan di kawasan stasiun setelah selesainya penataan di empat stasiun ini," tambahnya.

Berikut Rinciannya penataan 4 stasiun tersebut:

Tanah Abang

Syafrin menjelaskan analisis trafik kendaraan merupakan unsur penting penataan stasiun Tanah Abang.

Pemprov tengah mempersiapkan halte khusus yang terhubung stasiun untuk Transjakarta masuk ke dalam.

Angkot, bajaj, dan ojek online yang selama ini berada di Jalan Jatibaru Raya akan dipindahkan ke dalam area drop off stasiun yang juga dilengkapi pedestrian plaza.

Sementara untuk pedagang kaki lima (PKL) akan disediakan tempat di beberapa titik, yakni di depan stasiun, di beberapa lahan pemerintah yang telah disterilkan, dan sebagian lain di lokasi binaan Pemprov DKI Jakarta.



Senen

Untuk Stasiun Senen, beberapa pagar akan dibongkar agar ruang terbuka pejalan kaki lebih luas. Serta pembuatan zebra cross yang terhubung ke Terminal Senen.

Transjakarta akan dipersiapkan untuk masuk ke dalam area stasiun berhimpitan dengan Jalan St. Senen, tepatnya di sekitar tempat parkir kendaraan roda dua.

Pola ini diharapkan memudahkan masyarakat dengan tujuan akhir di dalam kota Jakarta agar tak perlu menyeberang ke terminal untuk mendapatkan angkutan lanjutan.



Juanda

Penataan ojek online di Stasiun Juanda akan difokuskan ke sisi barat dengan sistem pick up. Sementara penataan bajaj akan menggunakan sistem first in first out yang berjajar di sekitar Jalan Ir H Juanda.

Menurut Syafrin, Juanda bisa selesai lebih cepat karena tidak ada pekerjaan konstruksi berat atau pembebasan lahan yang sulit.



Sudirman

Terakhir, penataan di Stasiun Sudirman akan fokus pada pemindahan pintu masuk agar pengguna bisa lebih mudah masuk dari arah Terowongan Kendal.

Sementara itu, ojek online akan mendapat penataan berupa pengendapan dan sistem pick up di Jalan Blora.

Dalam kesempatan ini turut hadir Executive Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta R Dadan Rudiansyah yang menekankan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan kenyamanan lebih pada pelanggan KRL.

"Kami tentunya juga dikoordinir Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta unntuk mengkoordinir ini semua, memyediakan moda transportasi jalan untuk lanjutan bagi para penumpang, kami sangat terbantu dan ini merupakan pelayanan tambahan dari kami. Sehingga diharapakan semua pengguna jasa kereta api semakin mencintai dan semakin berminat untuk menggunakan jasa kereta api," ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

commuter line Pemprov DKI tod
Editor : Andya Dhyaksa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top