Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bocah Kelas 3 SD Tanya Cita-Cita, Anies: Saya Ingin Jadi Dosen

Anies beralasan hingga hari ini dirinya masih memegang nomor induk dosen nasional atau NIDN kendati kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017 hingga 2022.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  15:07 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta Fery Farhati memberi sambutan dalam peringatan puncak Hari Anak Nasional DKI Jakarta melalui Webinar pada Kamis (23/7/2020). JIBI - Bisnis/Nyoman Ari Wahyudi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta Fery Farhati memberi sambutan dalam peringatan puncak Hari Anak Nasional DKI Jakarta melalui Webinar pada Kamis (23/7/2020). JIBI - Bisnis/Nyoman Ari Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Ditanya ihwal cita-cita oleh bocah kelas tiga Sekolah Dasar (SD), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku ingin menjadi guru di kampus alias dosen.

Anies beralasan hingga hari ini dirinya masih memegang nomor induk dosen nasional atau NIDN kendati kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017 hingga 2022.

“Saya juga sampai sekarang masih punya nomor induk dosen natau NIDN, kalau ditanya nomor induknya apa, ya saya bilang NIDN, kalau pegawai namanya nomor induk pegawai atau NIP,” tutur Anies saat berdialog secara virtual dengan anak-anak dalam puncak Hari Raya Anak Nasional DKI Jakarta secara virtual, pada Kamis (23/7/2020).

Bocah kelas tiga SD itu bernama Ayasha. Mendengar jawaban itu, Ayahsha terlihat takjub khas anak-anak  SD. Hanya saja, Ayasha masih menunggu penjelasan lanjut dari sang Gubernur DKI Jakarta itu.

“Tetapi saat ini saya sedang tugas ke luar dari Kampus, Ayasha, lagi tugas di Pemerintah Daerah DKI Jakarta, begitu ya Ayasha,” jelasnya.

Dalam peringatan Hari Anak Nasional itu Anies juga turut menyoroti ihwal tingginya tingkat penyebaran Covid-19 di kalangan anak-anak di wilayah DKI Jakarta.

“Kalau kita perhatikan di Jakarta ini kita memiliki jumlah yang besar. Kalau kita lihat angka jangan pandang itu sebagai stastitik itu adalah anak dari kita,” tuturnya.

Dengan demikian, dia mengatakan, tanggungjawab orang tua untuk menjaga, menyayangi dan membesarkan anak-anak itu untuk menjadi pribadi yang mandiri.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr Fidiansjah SpKJ MPH mengatakan bahwa 7.008 anak di Indonesia terpapar Virus Corona penyebab Covid-19.

Fidiansjah menjelaskan bahwa yang dimaksud anak adalah orang berusia di bawah 18 tahun, dan angka 7.008 orang anak itu adalah 8,1 persen dari kasus Corona di Indonesia.

Saat berbicara  dalam dialog Status Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja di Masa Pandemi yang digelar secara daring yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Senin (20/7/2020), Fidiansjah mengatakan bahwa dari 7.008 anak terpapar Virus Corona itu, sebanyak 8,6 persen dirawat, 8,3 persen sembuh, dan 1,6 persen meninggal.

Dikatakan, jumlah populasi anak di Indonesia sebanyak 79,5 juta orang atau 30,1 persen dari populasi penduduk Indonesia.

“Ini menjadi bagian tak terpisahkan dari paparan Covid-19. Efeknya terhadap kesehatan jiwa anak, selama PSBB ada anak yang tak bisa mengakses pembelajaran jarak jauh secara daring,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan HARI ANAK NASIONAL
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top