Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tenaga Medis Covid-19 di RS Pasar Minggu dan Koja Belum Terima Insentif

Uang tunjangan bagi tenaga kesehatan ini bersumber dari pemerintah pusat dengan total bagi DKI Jakarta sebesar Rp92,9 miliar. Namun, yang baru masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) baru sekitar Rp56,2 miliar.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Agustus 2020  |  07:55 WIB
Tenaga Medis Covid-19 di RS Pasar Minggu dan Koja Belum Terima Insentif
RSUD Koja di Jakarta Utara - jakarta.go.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta masih berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait sisa pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien Covid-19.

Uang tunjangan bagi tenaga kesehatan ini bersumber dari pemerintah pusat dengan total bagi DKI Jakarta sebesar Rp92,9 miliar. Namun, yang baru masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) baru sekitar Rp56,2 miliar.

"Kami koordinasikan dengan Kemenkeu untuk percepatan transfer dana," kata Kepala BPKD DKI Jakarta Edi Sumantri saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (20/8/2020).

Lantaran masih melakukan komunikasi dengan kementerian yang dipimpin oleh Sri Mulyani, sisa anggaran itu hingga kini masih belum cair.

Karena itu uang yang ada akan dipakai untuk membayar insentif bagi tenaga kesehatan yang uang tunjangannya masih belum terlunasi.

"Dana yang sudah masuk kami gunakan dulu untuk insentif tenaga kesehatan. Setelah dana tersebut tersalurkan semua, kami akan koordinasikan untuk meminta percepatan transfer sisanya," tuturnya.

Terkait keterlambatan pembayaran insentif bagi para tenaga kesehatan yang menangani Covis-19 ini, Edi mengaku bakal mengusahakannya dalam waktu dekat.

"Walaupun Kamis dan Jumat libur, kami tetap masuk memproses dokumen administrasi. Insya Allah Senin tanggal 24 Agustus sudah dapat dicairkan," katanya.

Para petugas medis di Jakarta yang belum menerima insentif untuk penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covis-19) sejak awal pandemi ini terjadi pada Maret 2020, di antaranya RSUD Koja dan RSUD Pasar Minggu.

Adapun besaran insentif yang diberikan untuk tenaga medis maksimal dalam sebulan, yaitu dokter spesialis Rp15 juta, dokter umum/dokter gigi Rp10 juta, bidan atau perawat Rp7,5 juta dan tenaga medis lainnya Rp5 juta.

Pemberiannya dilakukan secara proporsional atau disesuaikan dengan waktu jaga atau kerja.

Misalnya untuk dokter spesialis dalam 30 hari, hanya masuk satu hari sehingga perhitungannya 1 berbanding 30 dikalikan Rp15 juta dan seterusnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pemprov DKI kementerian keuangan covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top