Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Jilid II, Pemprov DKI Diminta Tak Main-main Soal Sanksi

Sejauh ini sanksi kepada pelanggar PSBB, termasuk di dalamnya penerapan protokol kesehatan tidak membuat efek jera.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 12 September 2020  |  09:46 WIB
Petugas Satpol PP mengawasi pelanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) melaksanakan sanksi kerja sosial dengan menyapu sampah di kawasan Sabang, Jakarta, Senin (10/8/2020). Penindakan itu untuk memberikan efek jera bagi para pelanggar agar mereka patuh terhadap kebijakan PSBB. ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat
Petugas Satpol PP mengawasi pelanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) melaksanakan sanksi kerja sosial dengan menyapu sampah di kawasan Sabang, Jakarta, Senin (10/8/2020). Penindakan itu untuk memberikan efek jera bagi para pelanggar agar mereka patuh terhadap kebijakan PSBB. ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta untuk lebih serius dalam pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang akan mulai diberlakukan mulai 14 September mendatang guna menekan kasus penularan virus Corona (Covid-19).

Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif mengatakan sejauh ini sanksi kepada pelanggar PSBB, termasuk di dalamnya penerapan protokol kesehatan tidak membuat efek jera.

"Denda masih main-main. Disuruh nyanyi lagu kebangsaan, ngecat trotoar, peti mati, itu sama sekali tidak membuat efek jera," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (11/9/2020).

Saat ini yang terpenting menurutnya adalah mengubah perilaku masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pemerintah harus belajar dari Singapura yang mampu mengubah kebiasaan buruk masyarakatnya seperti membuang air liur sembarangan. Padahal hal tersebut sangat sulit dijalankan bagi warga etnis China di negara tersebut.

"Itu bisa hilang, karena penalti satu-satunya yang bisa memberi efek jera. Bukan bikin peti mati. Kalau mau serius, ya serius sekalian. Jangan tanggung-tanggung," tegas Syarif.

Untuk PSBB kali ini dia menyarankan agar dibuat kampanye penggunaan masker secara besar-besaran.

"Saat ini yang penting poster penggunaan masker di tiap kompleks dan jaga jarak. Harus ada denda bikin jera," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Virus Corona Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top