Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Aktif Covid-19 DKI Tembus 24.224, Dinkes: Melampaui Titik Tertinggi!

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat jumlah kasus aktif Covid-19 meningkat sebesar 34 persen menjadi 24.224 per 24 Januari 2021.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 25 Januari 2021  |  12:36 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memantau pasien Covid-19 di RSUD Cengkareng, Minggu (24/1/2021). JIBI - Bisnis/Nancy Junita @aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memantau pasien Covid-19 di RSUD Cengkareng, Minggu (24/1/2021). JIBI - Bisnis/Nancy Junita @aniesbaswedan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 8 Februari 2021.

Keputusan perpanjangan PSBB itu tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) No. 51 Tahun 2021 terkait Perpanjangan Pemberlakuan Jangka Waktu dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah.

Berdasarkan beleid tersebut, PSBB di Jakarta akan diperpanjang mulai 26 Januari 2021 hingga 8 Februari 2021.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan keputusan tersebut juga didasari dari data yang dihimpun Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta terkait laju pertambahan kasus aktif di Jakarta dalam dua minggu terakhir yang masih tinggi.

Dia menyebut kasus aktif pada 11 Januari 2021 sebanyak 17.946 dengan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 208.583 kasus. Adapun, per 24 Januari 2021, jumlah kasus aktif meningkat sebesar 34 persen menjadi 24.224, dengan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sebanyak 249.815 kasus.

“Jumlah kasus aktif sebesar 24.224 ini melampaui dari titik tertinggi kasus aktif yang ada di Jakarta. Sehingga, ini merupakan pesan kepada kita semua bahwa pandemi belum berakhir,” kata Widyastuti dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (24/1/2021).

Widyastuti juga memaparkan terkait kondisi Ketersediaan Tempat Tidur Isolasi di wilayah Ibu Kota. Per 24 Januari 2021, hanya menyisakan 14 persen dengan rincian tempat tidur isolasi sebanyak 8.055 tempat tidur dan telah terisi sebanyak 6.954 tempat tidur.

Hal ini membuat Pemprov DKI Jakarta menyiapkan rencana untuk menambah kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 1.941 tempat tidur. Sehingga, total nantinya sebanyak 9.996 tempat tidur.

“Hal yang sama juga terjadi pada ICU kita, di mana kapasitas ICU kita telah terisi sebesar 84 persen dengan jumlah 1.097 tempat tidur ICU dan telah terpakai 921 tempat tidur ICU. Kami juga nantinya akan menambah kapasitas ICU hingga 1.362 tempat tidur ICU,” paparnya.

Selain itu, penambahan fasilitas kesehatan dan para tenaga kesehatan di Jakarta juga akan terus dilakukan guna menekan angka kematian serta meningkatkan angka kesembuhan.

Dinkes DKI mencatat per 24 Januari 2021, dari total kasus konfirmasi, total orang yang dinyatakan telah sembuh sebanyak 221.567 dengan tingkat kesembuhan 88,7 persen, dan total 4.024 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,8 persen.

Sementara itu, Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak seluruh pihak untuk Jaga Jakarta, dengan menggalang seluruh sumber daya guna menekan laju penularan Covid-19. Salah satunya, semakin memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di tingkat paling kecil yakni Rukun Warga (RW).

Anies menyatakan Satgas Covid-19 di tingkat RW ini memegang peranan penting, khususnya untuk menekan laju penyebaran virus di tingkat keluarga, serta menyiapkan langkah lanjutan jika ada yang terpapar.

“Satgas Covid-19 terutama pada tingkat RW yang sudah ada akan lebih kami maksimalkan, terlebih mereka telah berpengalaman selama hampir setahun. Nantinya, mereka juga akan fokus menjangkau dan menekan terjadinya klaster keluarga karena klaster keluarga menyumbang 566 klaster, setelah klaster perkantoran sebesar 312 klaster,” ujar Anies.

Gubernur Anies juga kembali menekankan terkait pentingnya konsolidasi lintas sektoral dan integral dengan daerah sekitar Jakarta guna menanggulangi laju penyebaran Covid-19. Terlebih, jika melihat data per 24 Januari, di mana sebanyak 24 persen pasien yang dirawat di faskes DKI merupakan warga Bodetabek dan Luar Jabodetabek.

“Di Jakarta ini ada suasana di mana warga merasakan bahwa ada yang mengkhawatirkan terhadap penyebaran Covid-19, sehingga itu akan meningkatkan kewaspadaan kita. Kami berharap, suasana ini juga dirasakan warga di luar Jakarta, sehingga tanggung jawab untuk menanggulangi dan mencegah paparan Covid-19 dapat dilakukan bersama-sama,” ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Anies Baswedan Virus Corona Covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top