Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Covid-19 DKI, Antara Keterpakaian Tempat Tidur dan Beban Pasien Bodetabek

Berdasarkan data per 24 Januari 2021, keterisian tempat tidur ruang isolasi mencapai 86 persen dengan total pasien 6.954 orang.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  19:22 WIB
Ilustrasi - Pasien Covid-19 berdiri di jendela Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Sabtu (9/1/2021). - Antara
Ilustrasi - Pasien Covid-19 berdiri di jendela Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Sabtu (9/1/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — DKI Jakarta tercatat sebagai daerah dengan pasien Covid-19 juga berasal dari daerah lain. 

Selain menjadi persinggahan para repatriasi dari luar negeri yang diinapkan di sejumlah hotel atau mereka yang kemudian diisolasi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, ada juga pasien dari Bodetabek yang dirawat di Rumah Sakit rujukan DKI Jakarta.

Sementara itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat adanya peningkatan keterpakaian tempat tidur di 101 rumah sakit rujukan Covid-19 setelah libur panjang akhir tahun 2020.

Berdasarkan data per 24 Januari 2021, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia menuturkan keterisian tempat tidur ruang isolasi mencapai 86 persen dengan total pasien 6.954 orang.

“Untuk kapasitas tempat tidur isolasi ada sebanyak 8.055,” kata Dwi melalui keterangan resmi, Rabu (27/1/2021).

Sementara, keterisian tempat tidur di ruang ICU menyentuh 84 persen dengan total kapasitas rawat pasien sebanyak 1.097 orang.

“Saat ini pasien yang dirawat di ruang ICU sebanyak 921 orang,” kata Dwi.

Tidak jelas, dari data tersebut berapa persen tempat tidur di rumah sakit yang ditempati pasien dari Bodetabek.

Satu hal yang pasti, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau Ariza telah meminta pemerintah pusat untuk meningkatkan kapasitas layanan kesehatan pasien Covid-19 di wilayah Bodetabek.

Ariza beralasan hampir 30 persen pasien Covid-19 yang dirawat di fasilitas kesehatan DKI Jakarta berasal dari daerah penyangga tersebut.

“Tadi saya bertelepon dengan Pak Menko. Mudah-mudahan ada penambahan nanti di daerah Bodetabek. Jadi, pemerintah pusat akan membantu meningkatkan kapasitas,” kata Ariza saat meninjau TPU Rorotan Jakarta Utara, Rabu (27/1/2021).

Dengan demikian, menurut dia, beban layanan kesehatan di DKI Jakarta dapat dikurangi hampir 30 persen.  Dia berharap pasien infeksi Covid-19 asal Bodetabek itu dapat dirawat di daerah masing-masing.

“Mudah-mudahan ke depan dengan dukungan pemerintah pusat yang akan membantu daerah Bodetabek di luar Jakarta nanti bisa tertampung di daerah masing-masing,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta Weningtyas Purnomorini memprediksi fasilitas kesehatan terkait perawatan pasien konfirmasi positif Covid-19 bakal penuh pada 1 Februari 2021 mendatang.

Weningtyas beralasan laju penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di DKI Jakarta tidak dapat disusul oleh peningkatan kapasitas tempat tidur di seluruh rumah sakit rujukan Covid-19.

“Bila tidak dilakukan intervensi, maka pada Bulan Februari untuk ICU sudah penuh sedangkan untuk isolasi kemungkinan masih bisa bergerak karena kalau kita tambah dari beberapa rumah sakit baru,” kata Weningtyas dalam rapat koordinasi bersama dengan Kemenkes secara virtual pada Rabu (6/1/2021). 

Weningtyas mengatakan, jumlah keseluruhan tempat tidur di rumah sakit DKI Jakarta sebanyak 24.498. Saat ini, menurut dia, jumlah tempat tidur yang telah dikonversi menjadi perawatan khusus untuk pasien konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 8.085. 

“Tentu saja pasien non-Covid-19 harus kita perhatikan, sehingga mungkin hanya separuhnya [dikonversi] untuk Covid-19 kecuali dengan ketentuan lain bahwa 30 persen non-Covid-19 dan 70 persen Covid-19 seperti bulan April lalu pada saat PSBB Ketat,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Covid-19
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top