Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Aktif Covid-19 di DKI Turun, Anies Tetap Perpanjang PSBB

Langkah itu diambil untuk menekan laju pertumbuhan kasus aktif Covid-19 sembari menurunkan keterpakaian tempat tidur isolasi di Ibu Kota.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  22:21 WIB
rnGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait pelanggaran protokol kesehatan pada acara Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat yang menimbulkan kerumunan. - Antara\r\n\r\n
rnGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait pelanggaran protokol kesehatan pada acara Maulid Nabi di Petamburan, Jakarta Pusat yang menimbulkan kerumunan. - Antara\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB hingga 8 Maret 2021 mendatang.

Langkah itu diambil untuk menekan laju pertumbuhan kasus aktif Covid-19 sembari menurunkan keterpakaian tempat tidur isolasi di Ibu Kota.

“Kita tidak boleh lengah, karena virusnya tak kenal lelah, apalagi kita juga menghadapi tantangan lain yakni mengantisipasi dampak genangan, kami di Pemprov DKI menyiapkan berbagai posko pengungsian dengan protokol kesehatan yang ketat,” kata Anies melalui keterangan resmi pada Senin (22/2/2021).

Anies menegaskan meski tren kurva Covid-19 menunjukkan penurunan yang relatif signifikan, pihaknya bakal tetap meningkatkan kemampuan pemeriksaan, pelacakan dan perawatan pasien. Selain, meningkatkan kapasitas ketersediaan ICU dan tempat isolasi terkendali.

“Keberadaan tempat isolasi terkendali ini sangat membantu untuk menekan penyebaran virus, apalagi klaster keluarga masih mendominasi jumlah klaster yang di Jakarta. Sehingga saat ada yang terpapar lalu diisolasi maka akan menurunkan resiko menularkan virus ke anggota keluarga lainnya,” kata dia.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, perpanjangan PSBB terdahulu selama 7 hingga 22 Februari 2021 dapat menekan laju kasus aktif Covid-19.

Kepala Dinkes DKI Jakarta Widyastuti memaparkan ada penurunan jumlah kasus aktif di mana per tanggal 7 Februari 2021 laju kasus aktif di DKI Jakarta  sebesar 23.869 dan turun secara signifikan per tanggal 21 Februari 2021 yakni sebesar 13.309.

“Laju kasus aktif yang nampak menurun ini juga disumbang oleh peningkatan kesembuhan pasien positif Covd-19, yang mana per tanggal 7 Februari 2021 sebesar 265.359 dengan persentase kesembuhan 90,3 persen, meningkat per 21 Februari 2021 sebesar 310.412 dengan persentase 94,5 persen dari persentase kesembuhan nasional yang berada pada 85 persen,” kata Widyastuti.

Selain itu, tingkat keterpakain tempat tidur isolasi dan ICU juga menunjukkan tren penurunan yang relatif signifikan.

Widyastuti mengatakan langkah Pemprov DKI menambah kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU terbilang efektif meningkatkan tingkat kesembuhan pasien Covid-19 sehingga berdampak pada berkurangnya tingkat keterpakaian tempat tidur.

“Ada penurunan yang cukup signifikan pada keterisian tempat tidur isolasi dimana per tanggal 5 Februari 2021 sebanyak 8259 tempat tidur kita terisi 5.921 tempat tidur atau 72 persen, menurun per tanggal 21 Februari 2021 dimana kapasitas tempat tidur ditambah menjadi 8.321 tempat tidur dan terisi 5461 tempat tidur atau 66 persen dari kapasitas yang ada” kata dia.

Sementara itu, dia menggarisbawahi, kapasitas ICU mengalami penurunan, yakni per tanggal 5 Februari 2021 kapasitas ICU sebesar 1.133 terisi 842 atau 74 persen, dan pada 21 Februari 2021 kapasitas ICU sebesar 1.156, terisi 817 atau 71 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Anies Baswedan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top