Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Realisasi Janji Anies Lepas Saham di Perusahaan Bir, Ini Kata Wagub

Komitmen Pemerintah Provinsi melepas saham di PT Delta Jakarta belum mendapat persetujuan dari DPRD DKI Jakarta.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 01 Maret 2021  |  18:52 WIB
 Ilustrasi - Produk PT Delta Djakarta Tbk - bisnis.com
Ilustrasi - Produk PT Delta Djakarta Tbk - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memastikan janji politik Anies-Sandi saat pemilihan gubernur tahun 2017 terkait penjualan saham di perusahaan bir PT Delta Djakarta masih dalam usaha realisasi.

Kepastian itu disampaikan Ariza menyusul polemik terkait pembukaan izin investasi untuk industri minuman keras (Miras) di sejumlah wilayah Tanah Air.

Izin itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diteken Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada 2 Februari 2021.

“Saham Delta itu memang kita akan upayakan jual kembali ke publik karena itu menjadi bagian dari visi dan misi dan janji kampanye Anies-Sandi,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (1/3/2021).

Hanya saja, Ariza membeberkan, komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melepas saham di PT Delta Jakarta tersebut belum mendapat persetujuan dari DPRD DKI Jakarta.

Dengan demikian, dia menegaskan, upaya itu masih perlu menunggu komunikasi lebih lanjut dengan pihak legislatif.

“Kami terus mengajukan agar mendapatkan dukungan dari teman-teman DPRD DKI untuk dapat menyetujui apa yang ingin kami laksanakan terkait penjualan PT saham PT Delta,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah DKI Jakarta menegaskan tidak ada penambahan kepemilikan saham di PT Delta Djakarta Tbk, produsen bir merek Anker.

"Penambahan saham harus melewati persetujuan DPRD dulu dan serangkaian prosedur lainnya yang tidak pernah terjadi. Bahkan, kami juga telah mengirimkan beberapa kali surat permohonan persetujuan penjualan saham kepada DPRD, namun belum kunjung disetujui," kata Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta, Faisal Syafruddin, pada Jumat (13/11/2020).

Berdasar data dari aplikasi RTI Business, PT Delta Djakarta pertama kali melantai di bursa saham pada 27 Februari 1984.

Adapun pemegang saham PT Delta Djakarta per 31 Januari 2021 adalah San Miguel Malaysia, Pemda DKI, Masyarakat, dan terdapat saham Treasury, berikut datanya.  

Seperti diketahui RTI merupakan aplikasi penyedia data Bursa Efek Indonesia secara real time. RTI Business menjadi aplikasi favorit untuk membantu investor melakukan analisa fundamental karena fiturnya terbilang lengkap. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perpres Anies Baswedan miras Delta Jakarta
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top