Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendapatan PAM Jaya Anjlok, DPRD DKI Minta Lapkeu Diaudit

Dalam laporan keuangan yang belum diaudit pendapatan PAM Jaya pada tahun 2020 tercatat anjlok.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 25 Maret 2021  |  18:35 WIB
PAM Jaya - Ilustrasi
PAM Jaya - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Laporan keuangan tahun 2020 milik Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya belum diaudit sampai saat ini. Berdasarkan laporan yang belum diaudit, PAM Jaya melaporkan pencatatan keuangan sebesar Rp2,58 triliun.

Besaran angka tersebut diperoleh dari jumlah aset lancar Rp1,98 triliun, jumlah aset tidak lancar Rp597,99 miliar. Sedangkan, jumlah liabilitas atau hutang Rp1,98 triliun serta jumlah ekuitas atau modal Rp594,16 miliar.

Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Rasyidi HY menuturkan dokumen hasil audit keuangan memiliki peran penting dalam menentukan situasi dan kondisi keuangan serta investasi yang saat ini dijalankan PAM Jaya secara berkala.

“Kita dari Komisi C hanya melihat keuangan mereka (PAM Jaya) di tahun 2020. Ternyata apa yang dilaksanakan oleh mereka belum diaudit, sehingga kita minta waktu kepada mereka menyerahkan hasil audit kepada Komisi C,” kata Rasyidi melalui keterangan tertulis, Kamis (25/3/2021).

Di sisi lain, Komisi C meminta PAM Jaya untuk mengoptimalkan capaian perusahaan di tahun 2021. Alasannya, berdasarkan laporan laba rugi BUMD PAM Jaya yang belum diaudit total penghasilan komprehensif hanya mencapai Rp82,98 miliar di tahun 2020. Padahal, pada tahun 2019 setelah diaudit tercatat laba bersih sebesar Rp327,23 miliar.

“Namun demikian kita tetap mengharapkan di tahun-tahun yang akan datang harus bisa lebih besar dari itu. Karena [laba bersih] Rp327,23 miliar di 2019 nyatanya terlalu kecil kalau sampai Rp82,98 miliar penghasilannya,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo mengatakan, pihaknya tengah menyelesaikan proses auditing laporan keuangan perusahaan tahun 2020 secara komprehensif.

“Memang menjadi target kami bahwa laporan audit ini bisa selesai di bulan Maret ini. Beberapa concern yang disampaikan terkait bagaimana rencana kegiatan anggaran itu juga menjadi masukan menjadi kami, bagaimana DPRD menjalankan fungsi pengawasan termasuk di dalam sisi perencanaan,” terangnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Anies Baswedan dprd dki pam jaya
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top