Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PPKM Level 3, Nadiem Makariem dan Anggota DPR Cek PTM Terbatas di Jakarta

Selain memberikan opsi PTM terbatas, tetap harus diberikan opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) tanpa diskriminasi.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 10 September 2021  |  15:51 WIB
PPKM Level 3, Nadiem Makariem dan Anggota DPR Cek PTM Terbatas di Jakarta
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI, Rabu (10/3/2021). - Twitter @Kemdikbud_RI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudaayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim meninjau proses pembelajaran tatap muka (PTM) beberapa sekolah di Jakarta Timur untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan aman.

Beberapa sekolah yang dikunjungi  antara lain SD Swasta Santo Fransiskus III, SMP PGRI 20, dan SMAN 71.

“Hari ini saya sangat gembira melihat kembali pembelajaran dan interaksi di sekolah. Semoga segenap warga sekolah dapat mempertahankan disiplin protokol kesehatan dan semangat dalam menjalankan PTM terbatas,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/9/2021).

Mendikbudristek mengajak seluruh pihak sekolah di wilayah PPKM level 1-3 untuk segera menyelenggarakan PTM terbatas, jika persyaratan yang dibutuhkan telah dipenuhi salah satunya vaksinasi Covid-19 bagi pendidik dan tenaga kependidikan lainnya.

Namun, Nadiem juga mengingatkan, ada kewajiban bagi sekolah bahwa selain memberikan opsi PTM terbatas, tetap harus diberikan opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) tanpa diskriminasi karena orangtua murid yang memegang keputusan terakhir.

“Itu sudah diatur dalam SKB Empat Menteri,” katanya.

Menurut data Kemendikbudristek, kesigapan sekolah di wilayah PPKM level 1-3 dalam melaksakan PTM terbatas masih bervariasi. Pasalnya, ada sejumlah daerah yang baru saja masuk kedalam PPKM level 3 sehingga persiapan masih dilakukan.

Lebih lanjut, Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan yang ikut mendampingi Nadiem dalam kunjungan tersebut memberikan pandangannya terkait PTM terbatas.

”Sejauh yang kita amati tadi, sekolah-sekolah sudah siap melaksanakan PTM terbatas. Protokol kesehatan telah diterapkan dengan bagus, sarana dan prasarana kesehatan bagus, sirkulasi udara di kelas-kelas juga bagus," katanya.

Menurutnya, dukungan kebijakan Mendikbudristek mendorong pelaksanaan PTM terbatas harus diberikan sebagai upaya untuk mencegah anak-anak kehilangan pengalaman belajar.

Dukungan yang sama juga datang dari Kepala sekolah SD Santo Fransiskus III Suster Hedwigis. Dia bercerita tentang persiapan PTM terbatas di sekolahnya.

“Kami memulai PTM terbatas tanggal 30 Agustus, berkat dukungan luar biasa dari para guru sarana dan prasarana untuk PTM terbatas bisa kami siapkan. Kami mengalokasikan dana BOS untuk mendukung pelaksanaan PTM terbatas ini," ungkapnya.

Senada, Guru Bahasa Inggris di SMP PGRI 20, Siti Nuryati juga menceritakan tentang upaya-upaya yang dilakukan bersama untuk menyukseskan PTM terbatas.

“Kami berusaha maksimal agar bisa melaksanakan PTM terbatas. Anak-anak juga antusias masuk sekolah, kami senang sekali dengan PTM terbatas ini. Kami bisa berbagi dengan anak-anak, bisa membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi," ungkapnya.

Kepala Sekolah SMAN 71 Acep Mahmudin yang merupakan peserta Program Sekolah Penggerak turut memberikan dukungannya terhadap kebijakan PTM terbatas.

“Kami semaksimal mungkin mempersiapkan sekolah kami agar aman melaksanakan PTM terbatas. Kami senang sekali bisa mendidik anak-anak kami secara tatap muka, karena ada hal yang tidak bisa dilaksanakan secara daring, misalnya pembentukan karakter,” kata Acep.

Lebih lanjut, salah satu orang tua murid kelas 4, Ratih mengaku mengizinkan anaknya untuk ikut serta dalam PTM terbatas karena bisa dipastikan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat.

“Saya juga tenang mengizinkan anak saya ikut PTM terbatas karena protokol kesehatan di sekolah ini diterapkan dengan ketat,” katanya.

Mendikbudristek kemudian mengajak warga sekolah untuk mengutamakan tiga hal yaitu keselamatan, keamanan, dan kesehatan warga sekolah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pembelajaran Jarak Jauh PPKM Darurat pembelajaran tatap muka
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top