Bank DKI Salurkan Kredit Rp1,2 Triliun ke Ancol, Terkait Formula E?

Bank DKI membantah penyaluran kredit sebesar Rp1,2 Triliun kepada Ancol terkait dengan ajang balap Formula E.
Pengunjung menikmati suasana Pantai Festival Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (20/6/2020). Setelah ditutup selama dua bulan akibat pandemi COVID-19, Kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol kembali dibuka. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Pengunjung menikmati suasana Pantai Festival Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (20/6/2020). Setelah ditutup selama dua bulan akibat pandemi COVID-19, Kawasan rekreasi Taman Impian Jaya Ancol kembali dibuka. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Kredit Rp1,2 triliun yang disalurkan Bank DKI kepada PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJAA) dipastikan tidak terkait dengan ajang Formula E di Jakarta pada Juni 2022.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini menegaskan kredit sebesar Rp1,2 triliun tersebut terdiri atas, pertama, Kredit Modal Kerja sebesar Rp389 miliar untuk tambahan modal kerja operasional yang sudah kembali melaksanakan aktivitas bisnis.

Kedua, kredit investasi sebesar Rp516 miliar untuk refinancing PUB II Obligasi Tahap II Ancol. Ketiga, kredit investasi sebesar Rp334 miliar untuk revitalisasi dan penataan gerbang timur ancol, pembangunan atraksi baru Bird Land, renovasi wahana-wahana Dufan, renovasi dan revitalisasi hotel Putri Duyung, serta renovasi atraksi Sea World.

"Dengan demikian penyaluran kredit tersebut tidak ada kaitannya dengan E-Formula," kata Herry melalui keterangan resmi yang dikutip Bisnis, Jumat (25/12/2021).

Selain pemberian kredit, Bank DKI dan Ancol juga melakukan kolaborasi kerjasama layanan pemasaran digital, meliputi kerjasama pemasaran tiket rekreasi Taman Impian Jaya Ancol.

Kerja sama tersebut mencakup kerjasama pemasaran unit rekreasi, kerjasama penjualan tiket, dan pengembangan mekanisme pembayaran digital untuk pengembangan ekosistem digital di Ancol.

Melalui kerja sama tersebut diharapkan pelanggan Ancol dan nasabah Bank DKI memperoleh customer experience atas produk dan jasa yang dimiliki Ancol dan Bank DKI, sehingga akan semakin loyal.

Selain itu seluruh aeus kas keuangan Ancol dikelola di Bank DKI, termasuk untuk cash pooling atas pembayaran pelanggan Ancol melalui e-commerce.

Herry menambahkan bahwa Bank DKI baru saja mendapatkan Sertifikasi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan sebagai bentuk implementasi penerapan tata kelola perusahaan dan prinsip kehati-hatian.

Dalam melaksanakan kegiatan operasional dan pemberian kredit, Bank DKI senantiasa berpedoman kepada peraturan yang diterbitkan oleh regulator, baik Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia dengan penerapan good corporate governance dengan berbisnis secara beretika dan bermartabat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Rahmad Fauzan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper