Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PAN Sebut Studi Banding Formula E ke Arab Wajar, PSI: Tidak Masuk Akal

PSI menyorot pernyataan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Zita Anjani terkait studi banding Formula E ke Arab Saudi hal wajar.
Anggota DPRD DKI dari fraksi PSI Anggara Wicitra Sastromidjojo. JIBi/Bisnis-Nancy Junita-jakarta.psi.id
Anggota DPRD DKI dari fraksi PSI Anggara Wicitra Sastromidjojo. JIBi/Bisnis-Nancy Junita-jakarta.psi.id

Bisnis.com, JAKARTA - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Anggara Wicitra Sastroamidjojo menyorot pernyataan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Zita Anjani terkait studi banding Formula E ke Arab Saudi hal wajar.

Menurut Anggara, pernyataan Zita bahwa studi banding merupakan merupakan langkah yang diperlukan dalam menyelenggarakan ajang tersebut diatur dalam Permendagri No.20/2005 tentang Pedoman Perjalanan Dinas Luar Negeri.

"Kegiatan ini jelas tidak masuk akal, penyelenggaraan tinggal 4 bulan tetapi baru dilakukan studi banding. Seharusnya dilakukan sebelum dibayarkan Rp560 miliar untuk commitment fee. Yang mendukung kegiatan ini sudah tidak objektif," ujarnya di akun Instagram PSI Jakarta seperti dikutip Bisnis, Jumat (4/2/2022).

Studi banding, lanjutnya, semestinya dilakukan pada saat melakukan penyusunan studi kelayakan untuk mempelajari seluk beluk teknis penyelenggaraan Formula E.

Sebagai informasi, studi banding ke Diriyah, Arab Saudi, melibatkan beberapa rombongan, yakni perwakilan Jakpro beserta anggota Ikatan Motor Indonesia (IMI) sudah berada di Diriyah.

Salah satu agenda studi banding termasuk rapat dengan FEO terkait dengan Formula E di Jakarta.

Di samping mempelajari hal-hal teknis, studi banding Jakpro ke Diriyah juga mendiskusikan pengelolaan sponsor. Perihal sponsorsip masih dipelajari oleh penyelenggara Formula E Jakarta di Diriyah.

"Jika studi banding baru dilakukan sekarang sekarang berarti benar ada yang tidak beres dengan feasibility Formula E. Itu mengapa sampai sekarang Jakpro tidak pernah mau membuka hasil revisinya," kata Anggara.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rahmad Fauzan
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper