Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lima Tahun Anies Gubernur Jakarta, Penuntasan Banjir Tidak Maksimal

Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna menegaskan, bahwa upaya pengentasan banjir di DKI Jakarta selama era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan tidak maksimal.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 09 September 2022  |  06:00 WIB
Lima Tahun Anies Gubernur Jakarta, Penuntasan Banjir Tidak Maksimal
KPK memeriksa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama 11 jam pada Rabu (7/9/2022). Dia dimintai keterangan terkait penyelidikan dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E. JIBI - Bisnis/Setyo Aji Harjanto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna menegaskan, bahwa upaya pengentasan banjir di DKI Jakarta selama era kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan tidak maksimal.

Sejauh ini, upaya yang dilakukan hanya meminimalkan risiko seperti pembuatan sumur resapan. Revitalisasi dan penataan kawasan banjir sepanjang sungai dihindari dengan pendekatan-pendekatan normalisasi.

"Selama lima tahun terakhir kita tahu persoalan revitalisasi belum terwujud sepenuhnya, upaya yang dilakukan pembuatan sumur resapan," katanya kepada Bisnis, Kamis (8/9/2022).

Akibatnya, hingga saat ini upaya pengentasan banjir di Ibu Kota masih memiliki banyak tantangan, terutama pada saat hujan ekstrem.

Menurut dia, mantan menteri pendidikan tersebut memberi perubahan tata kota.

"Pertama, di pusat kegiatan atau pusat permukiman, Pak Anies melakukan banyak upaya penataan kawasan seperti Kota Tua. Kota Tua sebagai pusat kegiatan destinasi pariwisata banyak dilakukan pembenahan [revitalisasi]. Kota Tua dibangun untuk pusat kegiatan wisata, pusat rekreasi, pusat interaksi sosial, yang didukung dengan layanan tranportasi seperti TransJakarta," kata Yayat.

Selain itu, pembangunan Kampung Susun yang merupakan representasi hunian.

Kampung Susun yang telah dibangun antara lain Kampung Susun Bayam, Kampung Susun Akuarium, Kampung Susun Kunir, dan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung.

"Kemudian Rumah DP 0 Rupiah dan hunian terjangkau di dekat stasiun MRT [Moda Raya Terpadu] untuk anak-anak muda yakni Rumit dan Alaspadu," imbuh Yayat.

Di samping itu, revitalisasi ruang terbuka hijau (RTH), revitalisasi 46 halte TransJakarta yang diharapkan rampung pada Oktober mendatang.

 "Upaya penataan kawasan perkotaan itu menjadi salah satu target upaya melakukan perbaikan-perbaikan di struktur utama pusat kegiatan. Hal lain untuk mendukung ruang kota itu peningkatan jaringan pelayanan yakni sektor tranportasi upaya menarik yakni ruang pejalan kaki," papar Yayat.

Menurutnya, perluasan ruang pejalan kaki menciptakan kultural baru yakni membangun kebiasaan baru orang untuk mau berjalan kaki.

Dia mengapresiasi langkah Pemprov DKI untuk melakukan integrasi tarif TransJakarta, MRT, dan LRT.

"Sisi tranportasi adalah integrasi antar moda dengan mencoba memajukan pola angkutan berbasis rel kereta api, KRL dan angkutan berbasis jalan raya TransJakarta. Ini sudah dibangun beberapa halte terintegrasi yang menariknya integrasi tarif," katanya.

Seperti diketahui, Anies akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2022. Dia bersama Sandaiaga Uno memenangkan Pilgub DKI Jakarta pada tahun 2017. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Anies Baswedan Banjir Jakarta rumah susun sumur resapan
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top