Jakkon Targetkan Pendapatan 2023 Capai Rp75,4 Miliar

PT Jakarta Konsultindo siapkan sejumlah strategi untuk raih pendapatan Rp75,4 miliar pada 2023.
PT Jakarta Konsultindo siapkan sejumlah strategi untuk raih pendapatan Rp75,4 miliar pada 2023.
PT Jakarta Konsultindo siapkan sejumlah strategi untuk raih pendapatan Rp75,4 miliar pada 2023.

Bisnis.com, JAKARTA — PT Jakarta Konsultindo (Jakkon) menargetkan perolehan pendapatan pada tahun ini mencapai Rp75,4 miliar. Angka ini nantinya akan berkontribusi 8,6 persen terahadap pendapatan konsolidasian korporasi badan usaha miliki daerah (BUMD) Jakpro Group.

Managing Director Jakarta Konsultindo Hani Sumarno mengatakan, untuk mencapai target pendapatan tahun ini perusahaan akan menajamkan kompetensi di bisnis PADU (planning, architects, design, urabnism) dengan kekuatan Jakkon yang berorientasi green urabnism.

“Rencana yang akan kami lakukan selanjutnya adalah membidik proyek strategis, seperti proyek nasional pembagunan fasilitas antara pengelolaan sampah,” jelas Hani kepada Bisnis, Minggu (12/2/2023).

Hal lainnya yang akan dilakukan perusahaan adalah memperoleh lebih dari 30 proyek pada tahun ini. “Sepanjang 2022 kami telah berhasil memperoleh proyek sebanyak 29 proyek. Untuk tahun ini kami harus di atas 30 proyek,” ujarnya.

Seajuh ini, Jakkon mencatatkan 10 proyek berjalan dan diantaranya ada yang proyek multiyears. Proyek tersebut adalah masterplan Rusun Perumnas Kemayoran 2017, IDP TOD Pegangsaan Dua 2019, IDP TOD Pulomas 2019, TOD LTR Jabodebek, revisi KRK OBP, serta amdal & andalalin FO Rorotan.

Adapun empat proyek lainnya adalah RJPP PT JIP 2022, FS dan masterplan rumah sakit Halmahera Utara, pra rancangan pengembangan Stasiun Tawang Semarang, serta review dan FS one bell park tower (OBP). Keempat proyek ini ditargetkan selesai Februari ini.

Sebagai informasi, Jakkon pada tahun ini juga tengah dalam masa pemulihan karena terdampak Covid-19, dimana 2021 mengalami kerugian Rp24,2M.  Namun hanya dalam durasi satu tahun, Jakkon mengalami pemulihan yan cepat sehingga berhasil mereduksi kerugiannya menjadi Rp9,8 miliar pada 2022. 

“Kami sampai saat ini masih rugi, di mana 2021 sebesar Rp24,2 miliar dan 2022 sebesar Rp9,8 miliar. Jadi dalam satu tahun kami mencoba bekerja kera untuk bisa mereduksi level kerugiannya,” jelasnya.

Hani menyampaikan bahwa pada 2023 Jakkon akan kembali mencatatkan laba bersih, di mana ditargetkan mampu menyentuh angka Rp1,8 miliar.

Adapun, untuk mencapai laba bersih ini salah satunya dengan melunasi hutang pajak, karena dengan pelunasan kewajiban tersebut, hutang Jakkon juga dari sisi liabilitas akan berkurang, dan perusahaan bisa menjadi lebih baik.

Sebagaimana diketahui, anak usaha PT Jakarta Propertindo tersebut memiliki hutang pajak selama 7 tahun senilai Rp4 miliar. Meskipun demikian hutang tersebut telah diselesaikan sebesar 50 persen. Jakkon berkomitmen kepada kantor pajak setempat untuk melakukan pembayaran tepat waktu.

Pelunasan hutang pajak tersebut rencananya akan diselesaikan pada Oktober 2023. Adapun hutang pajak ini berkaitan dengan berbagai proyek yang dijalankan oleh Jakkon, serta yang berkaitan dengan PPH 21.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper