Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kejar Target 100 Persen Penyaluran Air 2030, PAM Jaya Mulai Pembangunan SPAM

PAM Jaya menargetkan 100 persen cakupan pelayanan air perpipaan pada 2030.
Proyek SPAM Karian-Serpong. Banten.go.id
Proyek SPAM Karian-Serpong. Banten.go.id

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta PAM Jaya segera mulai pekerjaan konstruksi pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Jakarta. Langkah ini merupakan upaya perusahaan untuk menyalurkan air 100 persen pada 2030. 

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, tahun ini PAM Jaya akan memulai pekerjaan konstruksi pembangunan SPAM Jatiluhur I dan Karian-Serpong, pembangunan IPA Buaran 3, SPAM Pesanggrahan dan Ciliwung, serta pencarian sumber air curah.

Sebagaimana diketahui, pelayanan air perpipaan di DKI Jakarta baru mencapai 65,85 persen atau lebih dari 900 ribu sambungan rumah dengan kapasitas produksi 20.082 liter per detik (lpd).

Belum tercapainya angka 100 persen sampai saat ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain ketersediaan sumber air baku, polusi dan bencana air, penurunan tanah, dan pengolahan limbah yang buruk.

“Oleh karena itu PAM Jaya menargetkan 100 persen cakupan pelayanan air perpipaan pada 2030. Untuk memenuhi target itu, PAM Jaya menambah kapasitas produksi hingga 10.900 liter per detik, serta perluasan jaringan pipa hingga 4.500 kilometer. Dua hal tersebut, akan menambah jumlah pelanggan sebanyak 1,1 juta,” jelasnya dalam keterangan, Kamis (9/3/2023).

Arief menambahkan, PAM Jaya pada tahun ini juga akan melakukan pembangunan dan penempatan penampungan air (reservoir) bagi wilayah yang kesulitan akan akses air. PAM Jaya juga akan mulai melakukan sosialisasi penampungan air bagi pelanggan serta sosialisasi konstruksi pembangunan SPAM di DKI Jakarta.

“Kesadaran atas manajemen air warga Jakarta sangat penting untuk pemerataan suplai air minum. Dengan menampung air pada jam di mana air tidak banyak digunakan, warga akan memiliki stok air untuk pemenuhan kebutuhan mereka,” imbuh Arief.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper