Ini Alasan Perubahan Jalan Prapatan di Senen Menjadi Usman & Harun

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatkan pergantian nama jalan Prapatan menjadi jalan Usman dan Harun .
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 19 Februari 2016  |  12:03 WIB
Ini Alasan Perubahan Jalan Prapatan di Senen Menjadi Usman & Harun
Usman dan Harun telah gugur dalam usaha mempertahankan kedaulatan negara dan kehormatan bangsa. Hal itu terjadi pada masa perjuangan Dwikora - Ilustrasi/artileri.org

Kabar24.com, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatkan pergantian nama Jalan Prapatan di Senen, Jakarta Pusat, menjadi jalan Usman dan Harun untuk menghormati jasa kedua pahlawan tersebut yang gugur dalam tugas saat membela nama bangsa dan negara.

Jalan Prapatan Raya saat ini memiliki dua ruas, yakni satu lajur mengarah ke persimpangan Senen dan satu lajur lagi mengarah ke persimpangan Tugu Tani.

Djarot berharap dengan perubahan nama jalan itu dapat menumbuh kembangakan rasa nasionalisme dan kesetiakawanan dari warga Ibu Kota yang saat ini terlalu individulaistis.

Usman dan Harun merupakan dua prajurit Korp Komando Operasi Republik Indonesia yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Usman dan Harun ditangkap dan dihukum mati oleh pemerintah Singapura saat menjalankan tugas negara.

Perubahan nama jalan tersebut adalah wujud realisasi permintaan kedua prajurit tersebut sebelum dihukum mati. Usman dan Harun meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk dikuburkan secara berdampingan.

"Kita teringat atas permintaan dari prajurit Usman dan Harun sebelum menjalani hukuman gantung di Singapura. Permintaanya pada pemerintah Indonesia waktu itu kuburkan secara berdampingan usman dan harun kuburannya di kalibata berdampingan ," terang Djarot Jumat (19/2/2016)

Makam kedua prajurit yang dikenal memiliki rasa kesetiakawanan yang tinggi itu‎ kini berada di taman makam pahlawan di Kalibata, Jakarta Selatan.

"‎Maka kita teringat atas permintaan dari prajurit Usman dan Harun sebelum menjalani hukuman gantung di Singapur. Permintaanya pada pemerintah Indonesia waktu itu kuburkan saya secara berdampingan secara berdampingan usman dan harun kuburannya di kalibata berdampingan ," terang Djarot.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Djarot Saiful Hidayat

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top