Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Heboh Lift Gubernur Jakarta, Begini Jawaban Singkat Anies

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Dinas Cipta Karya agar segera menghapus dokumen pengumuman lelang pengadaan lift atau elevator di rumah dinas gubernur sebesar Rp750,2 juta.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 25 Januari 2018  |  09:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kanan) menghadiri acara perayaan Hari Disabilitas Internasional, di Panti Sosial Bina Grahita, Jakarta, Rabu (6/12). - Antara
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kanan) menghadiri acara perayaan Hari Disabilitas Internasional, di Panti Sosial Bina Grahita, Jakarta, Rabu (6/12). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Dinas Cipta Karya agar segera menghapus dokumen pengumuman lelang pengadaan lift atau elevator di rumah dinas gubernur sebesar Rp750,2 juta.

Bukan hanya lift, dia juga berencana mencoret keseluruhan anggaran renovasi rumah dinas senilai Rp2,4 miliar.

"Semuanya [dibatalkan] karena enggak ada kebutuhan renovasi besar," kata Anies, Rabu malam (25/1/2018).

Anies  menuturkan tak tahu informasi apapun terkait pengadaan lift di rumah dinas yang belum ditempatinya itu. Untuk mengeceknya, dia sudah bertanya kepada Sekretaris Daerah Saefullah. Ternyata, rencana pengadaan lift untuk rumah dinas juga diketahui oleh Sekda.

"Nah, untung ketahuan kan. Saya tanya Pak Sekda ini untuk apa? Setahu saya tidak ada renovasi besar-besaran [untuk rumah dinas gubernur]," ucapnya.

Ketika ditanya bagaimana nasib anggaran renovasi rumah dinas yang sudah dimasukkan ke dalam APBD DKI 2018, Anies pun menjawab singkat.

"Yah, tinggal gak dilaksanakan. Gak perlu renovasi," ucapnya.

Dalam situs sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), sirup.lkpp.go.id terpampang anggaran pengadaan elevator atau lift rumah dinas (rumdin) Gubernur DKI Jakarta sebesar Rp750,2 juta.

Pengadaan elevator rumah dinas Gubernur DKI, yang terdiri dari dua lantai tersebut, masuk dalam pos anggaran Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Pemprov DKI tahun 2018. Pengadaan elevator tersebut dilakukan dengan skema pelelangan umum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies-sandi
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top