DTKB & Dewan Kota Cerdas Bekasi Apresiasi Ganjil-Genap Tol Cikampek-Jakarta

Dewan Transportasi Kota Bekasi dan Dewan Kota Cerdas Bekasi mengapresiasi pemberlakuan sistem ganjil-genap di Tol Jakarta-Cikampek karena dapat mereduksi kemacetan.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 13 Maret 2018 19:43 WIB
Sejumlah Polisi dan Dishub mengarahkan kendaraan roda empat berplat nomor ganjil berputar balik keluar dari gerbang tol Bekasi Barat 1 di Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/3). Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memberlakukan sistem ganjil genap di pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta mulai Senin (12/3) pukul 06.00 - 09.00 WIB setiap hari Senin -Jumat. ANTARA FOTO - Widodo S Jusuf

Bisnis.com, JAKARTA -- Dewan Transportasi Kota Bekasi dan Dewan Kota Cerdas Bekasi mengapresiasi pemberlakuan sistem ganjil-genap di Tol Jakarta-Cikampek karena dapat mereduksi kemacetan.

Anggota Dewan Transportasi Kota Bekasi (DTKB), Yayat Supriatna, menjelaskan walau pun ada pro dan kontra mengenai kebijakan ganjil-genap tersebut, namun dalam praktiknya jalanan tersebut menjadi lancar dan bisa dirasakan oleh masyarakat hasilnya.

"Sekarang ini masyarakat [dapat] merasakan adanya perubahan kecepatan di jalan tol sejak diberlakukan kebijakan ini,” kata Yayat dalam siaran pers, Selasa (13/3/2018).

Menurutnya, pemberlakuan ganjil-genap ini telah mengubah prilaku masyarakat Kota Bekasi untuk beralih menggunakan angkutan umum. "Masyarakat ternyata bisa memahami bahwa layanan angkutan umum secara ekonomi tidak memberatkan mulai dari tarif parkir Rp10.000," sebutnya.

Dia menambahkan dengan tarif bus yang terjangkau, yakni Rp20.000 maka masyarakat akan lebih sering menggunakan angkutan umum. Hal ini disebabkan tarif bahan bakar minyak untuk memakai kendaraan pribadi jauh lebih mahal dengan tarif pulang-pergi Cikampek-Jakarta.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Kota Cerdas Bekasi, Tedy Murtedjo, menambahkan pihaknya akan terus melakukan sosialiasi kepada masyarakat terkait pemberlakuan sistem ganjil-genap tersebut.

“Untuk mendukung program Pemerintah ini kami terus melakukan sosialisasi melalui edukasi kepada masyarakat Kota Bekasi karena sistem ganjil-genap ini efektif untuk mengurangi kepadatan di jalan tol,” ujar Tedy.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengungkapkan dengan kebijakan pemerintah ini harapannya masyarakat dapat beralih menggunakan angkutan umum massal.

“Melalui kebijakan ini, kita mengharapkan masyarakat dapat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum seperti LRT, MRT dan BRT,” katanya beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Operasi Green Line dan Pemberlakuan Paket Kebijakan di Tol Jakarta-Cikampek sudah mulai diberlakukan pada Senin (12/3/2018).

Kebijakan tersebut meliputi pengaturan angkutan barang (golongan 3, 4, dan 5), pengaturan mobil pribadi (sistem ganjil–genap di gate tol), dan prioritas lajur khusus angkutan umum (bus berukuran besar/sedang).

Tag : ganjil genap, bekasi
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top