Rupiah Melemah, Pasok & Harga Bawang Putih di DKI Masih Terjaga

PT Food Station Tjipinang Jaya atau Food Station menilai belum terpengaruh oleh penguatan nilai tukar dolar terhadap rupiah yang sempat mencapai Rp15.000 terkait impor bawang putih.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 11 September 2018 19:52 WIB
/Antara/R. Rekotomo

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Food Station Tjipinang Jaya atau Food Station menilai belum terpengaruh oleh penguatan nilai tukar dolar terhadap rupiah yang sempat mencapai Rp15.000 terkait impor bawang putih. 

Seperti diketahui, Food Station merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang mendapatkan wewenang untuk impor bawang putih sampai akhir tahun sebanyak 10.000 ton.

Wewenang ini diberikan kepada Food Station untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bawang putih di berbagai pasar tradisional di Jakarta.


Direktur Utama  PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa saat ini stabilitas pasokan dan harga bawang putih di Jakarta terbilang masih terjaga.

Meski nilai tukar dolar terhadap rupiah sempat mencapai Rp15.000 pada pekan lalu, Food Station menganggap ini bukan masalah yang besar terhadap keterjagaan komoditas ini di pasaran.


Bahkan, dia menjelaskan pasokan bawang putih di pasar tradisional di Jakarta saat ini telah aman sampai dengan tiga bulan ke depan. "Sebenarnya terpengaruh, namun masih di batas kewajaran, harga, pasokan, dan suplai suplai tidak terganggu," kata Arief kepada Bisnis, Selasa (11/9/2018).


Menurutnya, penguatan nilai tukar dolar hanya menjadi salah satu faktor terhadap gangguan stabilitas harga dan pasokan bawang putih. Beberapa faktor lain seperti ketersediaan pasokan, musim tanam, stok, dan manajemen.


Selain itu, Food Station mulai impor bawang putih ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar telah mencapai sekitar Rp14.000 pada beberapa waktu lalu.

Dengan demikian, Food Station menilai perubahan nilai tukar ini belum signifikan mengganggu manajemen keuangan dari perusahaan. 


"Jika semua faktor [seperti kurs, ketersediaan pasokan, musim tanam, stok, dan manajemen] ini terganggu, itu yang menjadi masalah," ujarnya.


Arief menyebutkan sampai saat ini impor bawang putih masih datang secara rutin. Food Station rutin menerima sekitar 13 kontainer per pekan bawang putih impor. 


"Per kontainer menampung bawang putih impor sebanyak 29 ton. Ini tidak semua disalurkan, ada yang disimpan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Food Station Tjipinang, bawang putih

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top